• PROGRAM DASAR

    Belajar Alqur'an mulai nol sampai mahir

    Selengkapnya

  • PROGRAM TARTIL

    Pemantapan belajar Al-qur'an menggunakan Mushaf

    Selengkapnya

  • PROGRAM TAHFIDZ

    Belajar Menghafal Al-qur'an itu mudah dan menyenangkan

    Selengkapnya

  • TRAINING CENTER

    Mencetak guru Al-qur'an yang berkualitas dan kompeten

    Selengkapnya
Jadikan Islam Sebagai Penuntun (II)

Jadikan Islam Sebagai Penuntun (II)

Sudah seharusnya setiap umat muslim hanya berserah diri kepada Allah SWT dengan agama yang dibawa nabi Muhammad SAW, yaitu Islam sebagai sang penuntun dengan tidak mencampur-adukkan antara yang haq dan batil meskipun berdalih untuk bertoleransi. Rasulullah bersabda:

“Hai kaum Muslimin, hari (Jum’ah) ini adalah satu hari yang Allah Ta’ala jadikan hari raya. Karena itu hendaklah kamu mandi” [HR. Malik]. Baca selengkapnya

Jadikan Islam Sebagai Penuntun (I)

Jadikan Islam Sebagai Penuntun (I)

Sebagai umat muslim perlulah kita mengetahui dengan baik dan benar bahwa agama Islam itu adalah agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW seorang nabi terakhir. Dalam hal ini Allah SAW menyatakan di dalam firman-Nya:

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabinabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab/ 33: 40).

Allah SWT di dalam QS. Al Maidah/ 5: 3 berfirman:

….“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”….

Dari surat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang kafir menjadi kecil nyali karena mereka telah berputus asa, tidak sanggup mengungguli keagungan-Nya. Dan melalui Islam ini pula kenikmatan Allah SWT bagi hamba-Nya menjadi sempurna, sebagaimana dengannya pula agama para nabi dan rasul terdahulu disempurnakan. Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam …. (QS. Ali Imran/ 3: 19).

Dari surat ini terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita peroleh, diantaranya yaitu ayat yang mulia ini menegaskan bahwa Islam adalah satu2nya agama yang benar dan yang diridhai Allah SWT. Maka tidak ada jalan lain untuk beribadah kepada-Nya kecuali dengan Islam, yaitu agama yang dibawa nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, barangsiapa yang berjumpa dengan Allah setelah pengutusan nabi Muhammad SAW dalam keadaan tidak mengikuti agama beliau, maka tidak akan diterima agamanya, sebagaimana firman Allah SWT di dalam QS. Ali Imran/ 3: 85:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Di dalam ayat lain, yakni di dalam QS. Al Bayinah/ 98: 6 Allah memastikan bahwa seluruh non muslim dan kaum musyrikin tempatnya adalah di neraka yang kekal, firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Melalui Islam ini pulalah Allah SAW menegaskan kepada seluruh manusia untuk memeluknya melalui para rasul utusan-Nya, sebagaimana Allah SAW telah menegaskan perintah-Nya tersebut dalam QS. Al A’raf/ 7: 158, yakni:

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” .

Secara umum, Islam bermakna berserah diri kepada Allah SWT, artinya berserah diri kepada Allah dengan segala macam ibadah yang sesuai dengan apa yang Allah telah syari’atkan. Dari makna Islam secara umum ini bisa dipahami bahwa seluruh umat dan pengikut nabi-nabi yang terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW juga beragama Islam, sebab seluruh nabi dan rasul yang terdahulu pun menyeru umat manusia untuk berserah diri kepada Allah SAW. Berikut firman Allah SAW ketika mengisahkan Nabi Ibrahim as yang berdo’a di dalam QS. Al Baqarah/ 2: 128:

“Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami ummat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Adapun makna Islam secara khusus adalah sebagaimana yang telah dijabarkan pada awal tulisan ini, yaitu agama terakhir yang datang bersama diutusnya seorang nabi terakhir, nabi Muhammad SAW, yaitu agama yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepadanya dan kepada segenap umatnya sampai hari kiamat.

Manfaat Menghafal Al Qur’an

Manfaat Menghafal Al Qur’an

Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:

”Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada di dada, dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” (QS Yûnus [10]:57).

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.” (QS Al-Isrâ’ [17]:82)

Baca selengkapnya