Griya Al-Qur’an Training Center

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Shaff : 4)

Guru adalah sebuah profesi yang sangat mulia. Kehadiran guru bagi peserta didik ibarat sebuah lilin yang menjadi penerang tanpa batas, tanpa membedakan siapa yang diteranginya. Dalam mengemban amanah, seorang guru perlu tampil sebagai sosok profesional. Sosok yang memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan, dapat memberi contoh teladan dan pribadi yang selalu berusaha untuk maju. Selain itu, ia juga harus selalu termotivasi untuk menjadi yang terdepan dan mengembangkan diri, agar mendapatkan inovasi yang bermanfaat terutama untuk bahan pengajaran kepada peserta didiknya.

Sebagai sebuah lembaga dakwah dan pengajaran di bidang Al Qur’an yang menerapkan asas-asas profesional, Griya Al Qur’an membutuhkan guru yang berkualitas prima. Sejak berdiri 4 tahun lalu, perkembangan program dan jumlah siswa saat ini tidak seimbang dengan jumlah SDM yang ada, baik staf, guru ataupun personil level manajerial. Hal inilah yang mendasari dirintisnya sebuah pusat pelatihan (training center) untuk pengembangan SDM pada awal tahun 2011 yang lalu, sekaligus sebagai modal untuk memajukan lembaga di dalam mengarungi berbagai tantangan dakwah ini.

Selain guru Al Qur’an, sosok imam masjid yang berkualitas dan   berkompetensi tinggi saat ini juga menjadi kebutuhan mutlak sebagai pengelola masjid sekaligus da’i di lingkungannya. Banyak masjid yang dikelola asal-asalan, dengan imam yang hanya mengandalkan senioritas maupun posisinya dalam hubungan kemasyarakatan yang tidak relevan dengan kebutuhan masjid. Untuk itulah kami juga mulai merintis sebuah wadah pembinaan imam masjid yang profesional per triwulan terakhir tahun 2011.

 

VISI

Menjadi pusat pembinaan da’i, khususnya guru Al Qur`an & imam masjid yang profesional.

 

MISI

  1. Melatih dan menghasilkan guru Al Qur`an yang berkualitas dan berkompetensi tinggi. Berkualifikasi hafal Al Qur’an minimal 5 juz , aqidahnya lurus, ibadahnya benar sesuai syariat, berakhlak terpuji, berilmu, berwawasan dan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.
  2. Melatih dan menghasilkan imam masjid yang profesional. Berkualifikasi hafal Al Qur’an minimal 10 juz, aqidahnya lurus, ibadahnya benar sesuai syariat, berakhlak terpuji, berilmu, berwawasan dan mempunyai kemampuan interaksi sosial yang baik.
  3. Menyelenggarakan pelatihan bagi guru Al Qur’an dan pegiat dakwah sesuai bidang dan kebutuhan. Dengan materi yang berorientasi pada profesionalisme, mengacu pada ilmu-ilmu yang shahih, dan menggunakan pendekatan modern dalam pelaksanaannya.

 

DESKRIPSI PROGRAM

 

TAHAP SELEKSI

  • Sebelum menjadi peserta training, setiap calon peserta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Usia maksimal 25 tahun.
  • Mempunyai hafalan Al Qur’an minimal 5 juz (kualifikasi guru program dasar), 20 juz (kualifikasi guru program tahfidz) dan 10 juz (kualifikasi imam masjid).
  • Pendidikan minimal S1 atau sedang menempuh S1 semester akhir/skripsi.
  • Diutamakan yang mempunyai sertifikat mengajar Al Qur’an.
  • Setelah memenuhi syarat-syarat di atas, calon peserta akan melalui tahapan test penerimaan dan wawancara untuk mengetahui kualitas bacaan dan hafalan Al Qur’an serta wawasan keislaman yang dimilikinya.

 

TAHAP PEMBINAAN

Setelah dinyatakan lulus test seleksi, calon peserta wajib mengikuti pembinaan di asrama kurang lebih selama 6 bulan. Selama masa pembinaan, para peserta mendapatkan materi- materi keislaman dan juga materi Al Qur’an yang meliputi setoran hafalan dan tahsin.

 

MATERI KEGIATAN

Pembinaan para calon guru Al Qur’an dan imam masjid dilaksanakan selama 2 triwulan. Pada triwulan pertama, materi yang akan diajarkan lebih fokus kepada ilmu-ilmu keislaman dan peningkatan kualitas bacaan serta hafalan Al Qur’an. Materinya meliputi :

  • Tasmi’ hafalan Al Qur’an
  • Tajwid dan tahsin I
  • Fiqh dakwah
  • Fiqh ibadah
  • Aqidah
  • Ilmu tafsir
  • Pelatihan komunikasi dan metode pembelajaran Al Qur’an

 

Sedangkan pada Triwulan kedua, materi difokuskan pada praktek mengajar dan penguatan hafalan Al Qur’an yang sudah dimiliki oleh para peserta. Materinya meliputi :

  • Test hafalan Al Qur’an
  • Tajwid dan tahsin II
  • Observasi
  • Microteaching
  • Diklat imam masjid (khusus bagi calon imam masjid)

 

NARASUMBER

  • Ustadz Muhammad Shaleh Drehem, Lc
  • Ustadz Agung Cahyadi, Lc., MA
  • Ustadz Ahmad Mudhoffar Jufri, Lc., MA
  • Ustadz Mudhawi Ma’arif, Lc
  • Ustadz Saiful Ali, al Hafidz
  • Ustadz Saiful Arifin, SS
  • Ustadz Farikh Marzuki, Lc., MA
  • Ustadz Muhibbin, al Hafidz
  • Ustadz Mushbihin Sahal, Lc., MA
  • Ustadz Heri Susanto, Lc

 

TATA TERTIB PESERTA

 

A. Selama masa pembinaan di asrama

  1. Menghindari perbuatan yang merusak nama baik diri dan lembaga.
  2. Menjaga citra diri dan sopan santun dalam pergaulan.
  3. Dilarang keras merokok.
  4. Dilarang menontong tayangan jahiliyah (film, konser dsb.).
  5. Dilarang membunyikan dan mendengarkan musik jahiliyah.
  6. Dilarang bermain game dan sejenisnya.
  7. Wajib melakukan amar ma’ruf nahi munkar serta saling mengingatkan dalam hal kebenaran dan kesabaran.
  8. Siswa yang mendapatkan amanah sebagai mas’ul atau penanggung jawab di asrama, wajib menjalankan amanah tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab.
  9. Setiap siswa wajib menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar asrama dan menjaga nama baik lembaga.

 

B.  Ubudiyah

  1. Setiap siswa wajib mengikuti sholat berjamaah 5 waktu di masjid.
  2. Setiap siswa dianjurkan untuk melaksanakan amalan-amalan sunnah.

 

C.  Kebersihan dan Kerapian

  1. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan asrama.
  2. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
  3. Menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan.
  4. Dilarang meletakkan pakaian kotor di sembarang tempat.
  5. Melaksanakan tugas piket sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengurus.
  6. Memakai pakaian yang sopan, rapi dan syar’i.
  7. Dilarang memakai kaos oblong saat keluar asrama, kecuali untuk berolahraga.
  8. Memakai baju gamis dan peci saat shalat berjamaah ke masjid.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *