Hal Ini Harus Diperhatikan Saat Proses Menghafal Al Qur’an

Jika pada tulisan lalu, memberi tips tentang hal-hal yang harus diperhatikan di awal saat memutuskan menghafal Al Qur’an. Tulisan ini akan menjelaskan, hal-hal apa yang seharusnya dilakukan saat kita sudah di proses menghafal Al Qur’an.

Hal pertama yang harus terus dijaga adalah wudhu. Mengapa? Karena dengan menjaga wudhu, kita akan dengan mudah membaca Al Qur’an setiap saat dibutuhkan, dan menjadi penghafal Al Qur’an, berarti tidak boleh jauh-jauh dari Al Qur’an.

Imam An Nawawi, dalam Kitab At Tibyaan fii Adab Hamalat Al Qur’an menyebutkan bahwa memang diperbolehkan orang yang tidak punya wudhu menyentuh Al Qur’an, tapi secara adab, utamanya seseorang itu, masih punya wudhu saat menyentuh Al Qur’an.

Kemudian membiasakan bangun sebelum subuh agar bisa menghafal Al-Qur’an pada sepertiga malam. Menghafal sebelum subuh adalah waktu-waktu terbaik untuk menghafalkan Al Qur’an.

Berikutnya adalah konsisten terhadap jadwal yang telah disusun, baik untuk hafalan yang baru atau sekedar muraja’ah (mengulang hafalan). Ini tidak mudah. Schedule yang dibuat tidak boleh dilanggar, apapun alasannya. Jika ada kesibukan yang lain sehingga harus meninggalkan hafalan baru dan muraja’ah, maka harus diqadha atau diganti di lain waktu.

Selain itu, dalam menghafal, harus memperhatikan ayat-ayat yang mirip (mutasyabihat), agar hafalannya tidak terbolak-balik. Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat yang mirip satu dengan yang lainnya, karena jika tidak menjadi perhatian khusus, akan sangat memungkinkan tertukar ayat satu dengan lainnya.

Membiasakan mengulang hafalan saat shalat untuk memantapkan hafalan. Saat sholat, terutama sholat sunnah dan sendirian memang waktu yang tepat untuk kembali mengulang ayat-ayat yang sudah dihafal. Mengapa? karena jika ayat-ayat yang kita hafalkan panjang, hanya untuk kita sendiri. Dan jika ada yang lupa, tidak mengganggu orang lain.

Selain itu, mengulang-ulang bacaan yang akan dihafal adalah hal yang wajib dilakukan, tidak bisa tidak. Tanpa itu, hafalan tidak akan bisa melekat kuat dalam memori. Jika diperlukan menulis, tulislah. Karena cara seseorang mengahafal berbeda-beda. Ada yang perlu menulis, ada yang cukup hanya menghafalnya, ada juga yang memperhatikan artinya.

Menyetorkan hafalan kepada guru yang kompeten. Ini hal yang harus dilakukan. Belajar Al Qur’an dan menghafal harus mempunyai guru.
Karena jika dilakukan sendiri akan fatal akibatnya. Jika sudah terlanjur hafal sementara bacaan belum sempurna, akan sulit membenahinya kembali.

Menggunakan satu mushaf, agar terbiasa dan tidak bingung letak awal dan akhir ayat yang dihafal. Berganti-ganti mushaf, akan menyulitkan. Apalagi, biasanya saat menyetorkan hafalan, ustadz yang menyimak akan memberi tanda di tempat-tempat yang kita salah membacanya, sehingga akan menjadi perhatian di tempat-tempat yang ditandai.

Memilih metode yang tepat. Masing-masing orang mempunyai metode menghafal masing-masing. Tugas kita, adalah segera menemukan metode yang tepat untuk kita pakai. Di Griya Al Qur’an, para ustadz yang mengajar akan banyak memberi dan masukan tentang berbagai metode yang akan dipakai. Pengajar tahfidz Griya Al Qur’an sudah tuntas menghafal hingga 30 juz, sehingga dengan berbagai pengalamannya akan banyak memberikan masukan dan saran yang praktis untuk dilakukan.

Selain itu, Griya Al Qur’an sudah menyiapkan mushaf khusus yang memudahkan untuk menghafal Al Qur’an, sehingga para santrinya akan merasa menghafal ayat-ayat panjang seperti menghafal surat-surat pendek. Metode itu diberi nama “Sahabat Tahfidz”.

Bersabar atas segala ujian dan cobaan saat menghafal Al-Qur’an dengan selalu bersandar pada Al-Qur’an. Dalam hal ini kepasrahan kepada Allah mutlak diperlukan. Yakinlah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan memberi berbagai kemudahan untuk hambaNya yang berniat untuk menjaga ayat-ayatnya.

Hal-hal inilah yang harus diperhatikan dalam menghafalkan Al Qur’an. Selamat menghafal, semoga Allah ta’ala memudahkan. (wir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat