jauhi larangan Allah, hindari murka Allah, jalankan perintah Allah

Menjauhi Larangan Allah SWT Agar Terhidar Dari Murka-Nya

Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Di dalam kemurkaan Allah senantiasa diwarnai dengan ke-Maha Adilan dan ke-Maha Bijaksanaan-Nya. Allah mengajarkan kepada kita agar selalu berlindung kepada-Nya dari berbuat sesuatu yang dimurkai-Nya sebagaimana firman-Nya:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. 1:6-7)

Allah SWT menciptakan manusia secara seimbang antara kemauan untuk menaati perintah-Nya dan bisikan hati yang meuju pada segala larangan-Nya.Oleh karena itu, agar dapat menjadi manusia yang selalu dicintai Allah, hendaklah kita bersungguh-sungguh untuk terus berada di jalan kebenaran.

Membaca dan menghayati isi Al Quran akan membuat kita mengerti mana jalan yang dirihoi oleh-Nya, dan mana jalan yang sangat dimurkai-Nya. Lakukan segela yang diperintahkan Allah secara sungguh-sungguh (berjihad). 

“Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. 29:6)

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS. 31:12)

“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. 35:15)

“Jika Dia mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).” (QS. 35:16)

Manusia yang melakukan apa yang seharusnya menjadi larangan Allah akan mendapat mukra-Nya. Jika manusia enggan belajar aturan-aturan Allah, dan kemudian membuta serta tuli, dan bahkan terang-terangan memusuhi utusan-utusan Allah, maka di saat kejahatan manusia tersebut sudah melampaui batas, Allah berkenan untuk mengadilinya. Keadilan tersebut dapat berupa hukuman yang dijatuhkan di dunia ini atau bahkan dimusnahkan. Karena dengan kemusnahan itu akan berakhirlah kezaliman yang terus menerus dilakukan oleh orang-orang dzalim tersebut.

“Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka.Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. 34:17)

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.” (QS. 35:36)

Sebagai manusia kita bukanlah apa-apa tanpa pertolongan dan perlindungan Allah. Ketahuilah bahwa Allah sangat penyayang kepada umat manusia.

“Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan padahal telah terjadi bermacam-macam siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar keras siksa-Nya.” (QS. 13:6)

“Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (al-Qur’an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.” (QS. 57:9)

“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. 35:41)

“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” (QS. 10:44)

Menghindari murka Allah dapat dilakukan dengan cara menjauhi langkah-langkah syaitan, langkah-langkahnya licin, dan menawan.

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS. 2:168)

 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. 2:208)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. 17:32)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *