murka Allah, taqwa pada Allah, hindari sombong

Hindari Azab Allah dengan Bertaqwa Kepada-Nya (II)

Allah SWT menjelaskan tentang peringatan-peringatan yang Allah sampaikan kepada manusia. Namun tak sedikit  manusia yang mengabaikan dan tidak menghiraukan, bahkan menunjukkan kesombongannya.

Allah berfirman:

“Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (Q S 3 Al-Baqarah ayat 206).

Perbuatan sombong adalah perbuatan yang selamanya sangat dibenci Allah. Allah telah memberikan contoh yang sangat banyak di dalam Al-Quran, sebagaimana kisah Fir’aun, Qorun dan Haman.

Allah berfirman:

“Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, mereka berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu”. (QS. 28 Al-Qhashas ayat 28)

“Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.  (QS. 28 Al-Qhashas ayat 79)

Manusia yang diberi kekuasaan, harta dan anak-anak namum tidak memiliki iman dan taqwa sungguh sangat berbahaya. Karena kekuasaan, harta dan anak yang dimilikinya akan digunakan untuk bersombong kepada Allah dan semua itu akibatnya akan kembali kepada mereka.

Allah berfirman:

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”(QS 6 Al-An’aam ayat 44-45)

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS 14 Ibrahim  ayat 42-44)

 

Manusia diperintahkan Allah untuk selalu mempertahankan hadiah nikmat rokhani, nikmat keimanan dan  ketaqwaan agar bisa terlepas dari sifat lalai, yaitu lalai kepada hukum-hukum ketetapan Allah SWT.

Allah berfirman:

“Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan. padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya.” (Q S 13 Ar-Ra’d ayat 6)

Segala puji bagi Allah, semoga manusia semakin menyadari akan kedudukan diri mereka masing-masing yang amat lemah dihadapan Allah SWT. Sehingga mereka suka untuk berserahdiri dan tunduk patuh kepada Allah, dan tidak coba-coba menentang Allah SWT, karena bila mereka berbuat durhaka kepada Allah, pasti mereka akan mendapatkan kebinasaan di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *