Hindari Azab Allah dengan Bertaqwa Kepada-Nya (I)

Segala puji bagi Allah SWT yang terus melimpahkan rahmat-Nya bagi kita semua. Sungguh besar kuasa Allah yang telah memerintah manusia untuk terus memelihara karunia ketaqwaan yang Allah berikan.

Allah berfirman:

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(Q.S 57 Al Hadid ayat 20) 

Allah menggambarkan bahwa orang-orang yang tidak beriman hanya sibuk membanggakan kekuasan, harta dan anak dan digunakan untuk sekedar mendapatkan pujian dan penghormatan manusia. Padahal Allah memerintahkan kepada orang beriman dan bertaqwa untuk menggunakan kekuasan, harta dan  anak beribadah kepada Allah.

Mereka yang menggunakan harta, anak dan kekuasaan untuk sekedar amal pamer kepada manusia akan mendapat azab di akhirat kelak. Berbanding terbalik dengan orang beriman yang menggunakan nikmat  kekuasaan,  harta dan anak  di jalan Allah, mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhoan Allah  di sisi-Nya.

Manusia yang hanya mementingkan dunianya dan melupakan akhirat termasuk ke dalam manusia yang lalai.

Allah berfirman:

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” ( Q S 30 Ar-Ruum ayat 7)

Allah memberitahu kepada manusia bahwa seharusnya manusia selalu memelihara iman dan taqwanya, memelihara rasa khusu’nya kepada Allah, dengan jalan selalu taat kepada Allah, agar iman dan taqwa itu selalu terjaga di dalam hati.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.” (Q S 76. Al Insan ayat 10).

“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (Q S 45 Al Jaatsiyah 28)

“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (Q S 17 Al-Irsaa’ ayat 13)

Ketahuilah bahwa Allah memperingatkan manusia agar selalu menjaga ucapan dan perbuatan mereka selama hidup. Manusia harus menyadari bahwa segala yang telah dilakukan di dunia akan dihitung kelak di akhirat. Manusia yang banyak amal sholih yang ikhlas untuk Allah maka akan selamat di sisi Allah, sebaliknya bila banyak amal kejahatan atau amal baik sekedar untuk dipamerkan kepada sesama manusia maka menjadi penyesalan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *