Gunakan Harta di Jalan Allah

Rasulullah bersabda:

“Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah.” (HR. Ad-Dailami)

“Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).” (HR. Al Hakim)

Lepasnya ilmu dari tiap-tiap jiwa umat muslim telah menimbulkan penyakit jiwa yang merusak di dalam jiwa seorang muslim atau pula masyarakat muslim. Penyebabnyya sudah jelas bahwa mereka tidak membaca, menghafal, dan memahami kandungan Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta menipisnya iman dan taqwa seorang muslim atau masyarakat muslim.

Al Quran telah diterjemahkan dalam banyak bahasa, dan telah sangat mudah untuk difahami. Dan telah pula tersebar tempat-tempat yang memungkinkan umat manusia menemukan petunjuk Allah dan mengamalkan tuntunan Islam, namun disamping itu juga tumbuh hal-hal besar yang menarik umat manusia untuk menempuh jalan kelalaian dan kesesatan, bahkan jalan yang dimurkai Allah.

Kecintaan hati pada dunia akan membuat manusia terus memikirkan harta dan lalai pada Allah. Sudah seharusnya harta yang kita miliki digunakan untuk mencari keridhoan Allah dan mendapat surga-Nya, untuk membeli kebahagiaan yang kekal di akherat sebagaimana petunjuk Allah dan Rasululah:

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Q.S. Al-Munaafiquun 10)

“Pada akhir jaman kelak manusia harus menyediakan harta untuk menegakkan urusan agama dan urusan dunianya.” (HR. Ath-Thabrani)

Demikian pula perlu masing-masing manusia banyak bertafakur dan muhasabah terhadap dirinya masing-masing, sehingga tidak akan terhasut oleh bisikan hati yang subur dengan berbagai penyakit jiwa yang telah mewabah, dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah:

“Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain.” (HR. Ad-Dailami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *