Dengan Taqwa, Jiwa Menjadi Lebih Sejahtera Lahir dan Batin (II)

Pribadi manusia yang tidak memiliki ilmu, iman dan taqwa, memiliki kepribadian yang amat rapuh. Bila sukses datang mereka menjadi lupa kepada Allah, namun bila penderitaan datang mereka menjadi sangat susah dan putus asa.

Manusia yang berkepribadian rapuh yang demikian itulah yang hidup mereka di dunia hanya sekedar mencari kesenangan dan mengumbar kesenangan tanpa tujuan yang jelas.

Bagaimana pula bila masing-masing pribadi tidak lagi mengetahui kebutuhan haqiqi dari jiwa dan raganya. Bagaimana pula manusia hendak menelantarkan nikmat jiwa yang bersifat lebih kekal. Dan bagaimana pula akibat yang akan diderita oleh orang-orang yang enggan untuk menempuh sunatullah yang telah Allah tetapkan itu, dapat dipastikan manusia-manusia yang demikian akan merugi di dunia dan di akherat.

Allah berfirman:

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj: 11)

Jalan-jalan ketaqwaan adalah jalan-jalan yang harus dilalui oleh orang-orang yang ingin hidup senantiasa dalam kebahagiaan, ketenteraman dan kesejahteraan. Manusia tidak boleh hanya berfokus memburu kenikmatan jasmaniyah saja, namun kenikmatan batiniyah adalah kebutuhan yang lebih mendasar. Jiwa manusia mempunyai sandaran yang amat kuat, yaitu Allah SWT, pencipta dan pemelihara semesta alam.

Oleh karena itu, marilah kita biasakan diri kita dan keluarga kita dan siapapun, untuk memulai aktivitas hidup dengan selalu mendahulukan Allah daripada mendahulukan yang lain-lainnya. Sebelum pikiran dan hati sibuk dengan urusan dunia, sibukkanlah dahulu dengan membaca Al Quran dan As-Sunnah, agar semua itu dapat menjadi warna kehidupan disaat-saat berikutnya.

Demikian pula awalilah malam hari dengan sibuk mengingat Allah, sehingga semalaman pun akan diwarnai dengan aktivitas yang dicintai oleh Allah. Kestabilan jiwa manusia, akan semakin terjaga bila semakin kuat dalam berpegang kepada tali Allah, dan menyandarkan seluruh hidupnya kepada-Nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *