Puasa: Mengubah Diri Lebih Baik Menuju Taqwa (II)

Seseorang yang telah melakukan puasa ramadhan seharusnya dapat mengubah sikap menjadi lebih baik, semakin bertaqwa kepada Allah SWT. Perubahan ini mencakup hubungan vertikal (dengan Allah) dan horizontal (dengan lingkungan sekitar), juga mencakup kualitas ibadah jasmani dan rohani.

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah rugi dan apalagi hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia sangatlah celaka tetapi jika hari ini lebih baik daripada hari kemarin maka ia beruntung”. (HR. Tirmidzi)

Puasa ramadhan yang bernilai di mata Allah akan menanamkan nilai-nilai karakter di dalam diri orang yang menjalankannya.Ibadah puasa ramadhan dapat mendidik manusia menjadi pribadi muslim yang bertaqwa, seperti yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 183, menjadi sarana pendidikan akhlak dan latihan jiwa, diantaranya mendidik manusia untuk bersikap jujur dan amanah.

Ciri seseorang bertaqwa adalah ia akan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid’ah dan sebagainya.

Ia juga akan gemar melakukan ibadah wajib, sunnah dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat. Mendidik manusia untuk hidup sederhana karena seharusnya mereka akan memiliki sifat sabar, syukur, tawakkal, tasamuh (toleransi), pemaaf, tawadlu dan sebagainya.

Manusia yang bertaqwa juga akan malu kepada Allah SWT untuk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Bersemangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu Islam. Lebih dari itu, ia akan senantiasa bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.

Sebagian dari dampak ibadah puasa ramadhan bagi pelakunya adalah terjadinya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji. Indikator diraihnya gelar takwa pasca ramadhan adalah jika pelakunya patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, baik semasa ramadhan maupun sesudah ramadhan.

Ada banyak kriteria orang yang bertakwa yang disebutkan dalam Al Quran dan Sunnah nabi SAW, diantaranya adalah beriman, senantiasa mendirikan shalat, menunaikan zakat/menafkahkan sebagian harta, selalu menepati janji, sabar, selalu berdo’a kepada Allah, benar, tetap taat dan mengingat Allah, selalu beristighfar  dan taubat kepada Allah dari semua dosanya.

Ia akan memiliki komitmen yang total untuk menaati Allah SWT dan tunduk kepada-Nya. Bukan saja selama puasa ramadhan, melainkan kapan saja dan di mana saja ia berada. Puasa ramadhan tidak akan bermakna jika pasca ramadhan seseorang tidak menyadari identitas kehambaannya kepada Allah SWT.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat