Pemerintah Gowa Target Lahirkan 1 Hafidz Tiap Desa

www.griyaquran.org– Jika umumnya yang memiliki target melahirkan hafidz adalah pondok pesantren, kali ini adalah pemerintah kabupaten. Ya, Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan akan mencetak 1 penghafal Al Qur’an dalam setiap desa.

“Kita akan mengirim dua orang per-desa dan kelurahan, untuk dicetak sebagai pendakwah dan hafidz,” kata Adnan Purichta Ichsan, Bupati Gowa, Ahad (9/6/2019) seperti yang dikutip Tribunnews.com.

Saat ini, Pemerintah Gowa sudah menyiapkan anggaran dana kelurahan sebanyak Rp. 712 juta per-kelurahan. 

Adnan mengatakan, program pendidikan bagi pendakwah dan penghafal Alquran ini nantinya, akan disinergikan dengan rumah-rumah tahfidz yang ada di Kabupaten Gowa.

“Kita dorong terpenuhinya pembangunan SDM dengan memaksimalkan program pendidikan. Termasuk bersinergi dengan program-program kelurahan,” imbuh Adnan.

Selain itu, Pemkab Gowa juga bakal memberikan SK kepada imam Masjid di berbagai dusun dan kelurahan, untuk mendukung program pembangunan SDM yang berlandaskan imam dan taqwa.

Seluruh imam, kata Adnan, baik tingkat dusun, kelurahan, dan kecamatan akan di-SK-kan dan dimaksimalkan oleh Pemkab Gowa.

“Kita menargetkan agar di tahun-tahun mendatang, seluruh masjid di Kabupaten Gowa imamnya adalah seorang hafiz atau penghafal Alquran,” terang Bupati Adnan.


“Jadi selain menggenjot pembangunan infrastruktur fisik, tahun 2019 ini kita juga tetap mendorong pembangunan sumber daya manusia kita, utamanya pada sektor pendidikan,” tandasnya.

Satu Kecamatan, Satu Cabang Griya Al Qur’an

Menanggapi hal itu, Nur Hasan, Direktur Griya Al Qur’an bersyukur karena semakin ke sini, Al Qur’an semakin mendapatkan tempat. “Apalagi jika didukung dengan kebijakan pemerintah seperti ini, masyaa Allah. Semoga menjadi contoh pemerintah daerah lain,” ujarnya.

Griya Al Qur’an, ia menjelaskan, adalah lembaga pembelajaran membaca dan tahfidz Al Qur’an yang dikususkan untuk dewasa. “Lembaga ini lahir karena minimnya lembaga pembelajaran Al Qur’an yang dikhususkan untuk dewasa. Alhamdulillah, dari santri kami yang awalnya baru belajar bagaimana membaca Al Qur’an yang benar, kini sudah menghafal belasan bahkan sudah ada yang 20 juz lebih,” katanya lega.

Saat ini, ia melanjutkan, Griya Al Qur’an juga mempunyai cita-cita untuk membangun cabang-cabangnya di setiap kecamatan. “Ini cita-cita kami, kami akan mengusahakan di tempat di mana kami lahir dulu, di Surabaya dan Sidoarjo. Selanjutnya, in syaa Allah, akan kami teruskan ke daerah lain,” ujar Hasan. Sehingga dengan adanya satu cabang Griya Al Qur’an di setiap kecamatan, in syaa Allah akan melahirkan lebih banyak calon hafidz.

Meski demikian, pria yang kerab dipanggil Ustadz Hasan ini mengaku tidak mudah. “Karena kami memilih pengajar yang sudah hafidz. Ini tidak mudah. Kalaupun kami medapat yang belum tuntas 30 juz hafalannya, akan digenjot setelah bergabung dengan Griya Al Qur’an,” kata Hasan.    

Belum lagi masalah anggaran yang tentu tidak sedikit. “Karena itulah kami juga membukan peluang untuk para donatur, para muhsinin untuk turut terlibat dalam proyek yang mengundang berkah ini. Mohon doa dan dukungannya,” tutup Hasan. (wir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *