Para Pengajar Al Qur’an Harus Terus Luruskan Niat

Suaramuslim.net– Para ulama mengatakan, bahwa pembeda antara ibadah dan tidak, hanya terletak pada niat. Hal ini menjadi penekanan penting oleh Syaikh Hussein Ali Barahmah, Pembina Griya Al Qur’an dari Mekkah

kepada peserta Qur’anic Camp Griya Al Qur’an yang digelar di Pacet Mojokerto Kamis-Jumat (20-21/12).

Setelah sholat subuh berjamaah yang diimami oleh Syaikh Hussein, ia mengingatkan kepada seluruh asatidz, peserta Quranic Camp, untuk terus meluruskan niat semata-mata hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala. Karena menurutnya, meskipun secara dhohir sama, bisa jadi Allah melihatnya berbeda, meskipun sama-sama mengajarkan Al Qur’an, harus terus memperbarui niat.

“Kita tidak semata-mata mengajarkan ilmu Islam, waris, perkataan ulama, dan lain sebagainya, kita sedang mengajarkan Kalam Allah, ini bukan main-main. Tanpa niat yang lurus, pekerjaan kita akan sia-sia,” ujar pria yang sanad bacaan Al Qur’annya tersambung hingga Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam itu. 


Syaikh Hussein juga menjelaskan mengapa Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan sahabat terbaik yang tidak ada satupun orang lain yang bisa mengunggulinya. “Ini bukan karena jumlah amalannya yang banyak, tapi karena keikhlasannya kepada Allah subhanahu wa ta’la,” katanya.

Kemudian Syaikh Hussein pun menyampaikan tentang hadist tentang 3 orang yang menurut orang lain sebagai ahli Al Qur’an, ahli bersedekah dan mujahid. Kemudian Allah menolak amalan mereka, karena niat mereka bukan semata-mata karena Allah ta’ala.

“Saat meriwayatkan itu, Muawiyah bin Sofyan sampai lemas, terduduk dengan kaki gemetar. Perkataan itu sendiri adalah adzab sebelum adzab. Karena keburukan orang itu sudah disampaikan kepada ummat, sebelum hari perhitungan,” jelas Syaikh Hussein.

Dalam akhir penyampaiannya, Syaikh Hussein mengingatkan kepada para asatidz agar mempunyai amalan khusus kepada Allah ta’ala. “Semoga apa yang kita kerjakan ini akan menjadi amalan yang bisa menyelamatkan kita kelak,” harapnya.

Kontributor: Wirawan Dwi

Editor: Muhammad Nashir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *