Menumbuhkan Kejujuran Agar Tercipta Akhlakul Karimah (I)

Dewasa ini, tak sedikit manusia yang hidup dalam ketidakjujuran demi mengejar kenikmatan duniawi semata. Terkadang kita sering berpura-pura dalam hidup, disengaja untuk menutupi keburukan atau sekedar mencari perhatian orang-orang di sekitar kita.

Orang yang mampu mengalahkan dorongan hawa nafsunya untuk berbuat jujur walaupun dalam keadaan sangat membutuhkan, berarti ia telah berhasil memenangkan peperangan yang sangat besar. Peperangan mengalahkan dorongan hawa nafsu yang selalu menyuruh untuk berbuat keburukan.

Pada akhirnya orang tersebut akan mempunyai kesadaran tinggi bahwa walaupun tidak ada orang lain yang menyaksikan dirinya berbuat kecurangan atau maksiat, tetapi hatinya sangat yakin bahwa Allah ada dan mengetahui hal tersebut. Manusia itu bisa bersembunyi dari penglihatan sesama manusia tetapi ia tidak akan bisa bersembunyi dari Allah Yang Maha Melihat.

Ketahuilah, Allah SWT dan Rasul-Nya telah mengajarkan kepada manusia untuk selalu berbuat jujur dan berhati mulia.

Allah berfirman:

“Dan Jangan kau campur adukan yang haq dengan yang bathil dan jangan kamu sembunyikan kebenaran itu, padahal engkau mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah: 42)

Rasulullah bersabda:

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka”. [HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, juz 5, hal. 368, no. 5743]

Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran

Oleh karena itu, hendaklah kita selalu memelihara nilai-nilai kejujuran dalam diri kita melalui pemeliharaan qolbu dan budi pekerti masing-masing kita. Lalu ajarkanlah nilai-nilai kejujuran itu kepada anak-anak kita sejak mereka masih balita. Hargailah anak-anak kita apabila mereka berbuat jujur dan berilah teguran dan pengertian apabila mereka berbuat bohong dan berkhianat. Kejujuran adalah suatu barang yang sangat berharga dan sulit didapat. Memelihara kejujuran dengan baik akan membawa kita hidup berbahagia di dunia dan di akhirat.

Sebaliknya kalau tidak dipelihara dengan baik akan hilang kejujuran dari diri kita dan akan mengakibatkan kesengsaraan dunia dan akhirat.

Hati yang baik akan menjadi pedoman perilaku seseorang sehingga menjadi baik, perilaku yang baik akan mengkondisikan hati menjadi baik. Begitu pula hati yang tidak baik mendorong seseorang untuk berperilaku tidak baik dan perilaku yang buruk akan menyebab-kan hati rusak. Karena setiap perilaku buruk dikerjakan akan menyebabkan hati bergetar tidak teratur dan kalau keadaan tersebut terus menerus akan mengakibatkan keadaan hati menjadi buruk.

Rasul bersabda:

Dari Hasan bin Ali RA ia berkata : Saya hafal dari Rasulullah SAW (beliau bersabda), “Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu (berpindahlah) kepada apa-apa yang tidak meragukanmu, karena jujur itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah keraguan. [HR. Tirmidzi dan ia berkata : Hadits Hasan Shahih, di dalam At-Targhiib wat Tarhiib, juz 3, hal. 589]

Ketidakjujuran akan menyebabkan kerusakan hati. Jika dibiarkan akan menyebabkan kerusakan hati yang parah. Padahal, hati menjadi inti dari kehidupan. Jika hatinya baik maka semua kehidupan itu akan baik, sebaliknya kalau hati tidak baik maka semua kehidupan itu akan tidak baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *