Menjadi Pribadi yang Penuh Kewibawaan dan Cinta Damai (I)

Segala Puji Bagi Allah yang menciptakan manusia untuk menjaga kualitas kepribadiannya dengan melakukan perbuatan baik, perbuatan yang tidak menyebabkan dosa.

Allah berfirman:

Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS. 38: 45-46)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. 3:104)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 24:21)

Allah SWT memerintah manusia untuk menjauhi segala hal keji, hal-hal yang dilarang Allah. Sebaliknya, manusia diperintah Allah untuk banyak mengingat Allah dan ingat kepada Hari Akhir, agar selalu memiliki kesabaran dalam menempuh jalan-jalan iman dan amal sholih.

Manusia yang berjalan lurus di jalan Allah dan mematuhi segala perintah-Nya, maka akan mendapat kekayaan jiwa dari Allah.

Allah berfirman:

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” (QS. 2:269)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. 10: 62-64)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. 13:28)

Sesungguhnya segala ketenangan jiwa akan didapat mereka yang menaati perintah Allah. Mereka juga penuh dengan kedamaian karena telah terpuaskan dengan limpahan nikmat-nikmat lahir dan batin dari Allah SWT.

Allah berfirman:

Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu Karena itu hendaknya kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakal.” (QS. 3:160)

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS. 40:51)

Pribadi yang cinta damai dan penuh dengan kewibawaan adalah sesuatu yang padu dalam manusia yang patuh kepada Allah. Kewibawaan tidaklah diukur dengan banyaknya tahta, harta maupun penghormatan manusia. Namun kewibawaan akan muncul pada manusia yang memiliki budi pekerti tinggi dan mulia.

Kewibawaan sering muncul di dalam diri mereka yang hidup menempuh jalan kesederhanaan. Kesederhanaan dalam menjalani kehidupan dan kemudian disalurkan kepada ketekunan dalam beribadah dan menghamba kepada Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *