Mengobati Jiwa yang Tandus dan Gersang dengan Berpuasa (I)

Manusia yang berlumur dosa dan sering melampaui batas akan memiliki jiwa yang gersang yang tandus. Mereka memiliki jiwa yang tidak mau beribadah kepada Allah, yang lebih suka menyamakan jiwanya dengan materi.

Dosa membuat jiwa manusia menjadi rendah, buta dan tuli, jiwa yang tidak lagi mampu mengenal Allah Tuhan Yang Maha Pencipta. Mereka tidak akan lagi merasakan lezatnya beribadah kepada Allah, tidak mau lagi menaati aturan-aturan Allah dan bahkan terus menentang Allah. Dosa yang menumpuk selama hidupnya membuat jiwanya panas dan gersang untuk menuju tempat abadi di neraka.

Allah berfirman:

“Dan janganlah sekali-kali orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (QS. 3:178)

Murka Allah kepada orang-orang yang menentang Allah demikian besar, namun tetap saja diberi kesempatan hidup hingga suatu waktu. Waktu yang masih diberikan inilah yang seharusnya digunakan untuk bertaubat dan merubah segala langkah-langkah salah yang telah ditempuhnya.

Puasa menjadi jalan untuk menghidupkan hati, agar iman yang hampir punah dan mati dapat segera disiram dengan taubat dan ibadah-ibadah yang menumbuhkan dan menyuburkan iman. Sehingga dapat kembali menemukan ibadah kepada Allah adalah jalan hidup utama yang harus ditempuh dan ditekuni.

Rasul bersabda:

Rasulullah Saw ditanya tentang sebab-sebab paling banyak yang memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab, “Ketakwaan kepada Allah dan akhlak yang baik.” Beliau ditanya lagi, “Apa penyebab banyaknya manusia masuk neraka?” Rasulullah Saw menjawab, “mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku menjamin baginya surga. (HR. Bukhari)

Tanpa disadari kegersangan manusia di jaman hari ini banyak diawali dari suatu sebab yang keliatannya sangat sepele namun bila dibiarkan tumbuh berkembang dalam jiwa seseorang atau pula tumbuh di masyarakat maka akan menjadi sesuatu yang menggersangkan jiwa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *