Memperbaiki Hubungan Sesama Saudara

Perbedaan pemahaman dalam beragama islam adalah kenyataan yang tengah kita hadapi.  Maka kita melihat hadirnya kotak-kotak pemahaman dengan wadahnya masing-masing. Padahal semua pihak bila kita bertanya, pada hakekatnya perlu mengikuti sabda Rasulullah SAW:

“Aku telah meninggalkan padamu semua dua perkara, yang kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (Al-Hadits).” [HR. Maalik]

Perbedan muncul karena khilafiyah diantara mereka. Khilafiyah berasal dari kata khilaf, yang berarti kekeliruan atau kesalahan tidak disengaja. Perbedaan itu bukan karena mereka ingin mengubah tuntunan agama ini.

Khilafiyah bisa disebabkan oleh berbagai macam. Misalnya saja pemahaman ilmu, pengambilan ilmu, sandaran ilmu, kemampuan membedah ilmu, dan masih banyak lagi. Semua berpangkal kepada ilmu. Oleh sebab itu hendaklah setiap pribadi umat Islam senantiasa mencari ilmu (agama) dari sejak dalam buaian sampai akhir hayat. Sebab mencari ilmu (agama) itu wajib.

Mengenai urusan surga dan neraka, urusan kesempurnaan ilmu (agama) dan kesempurnaan  pengamalannya, maka kembalikanlah hal itu kepada ridho Allah SWT. Yang perlu kita tunjukkan kepada Allah  adalah keseriusan setiap diri pribadi dalam mendalami ilmu (agama) ini. Dan  dengan mengembalikan dasar ilmu (agama) kepada sabda Rasulullah SAW,  yaitu Al-Quran dan Al Hadis.

Adanya perbedaan pemahaman, harus dianggap sebagai proses pencarian kebenaran ilmu agama yang hakiki. Perlu  dipahami, tidak ada manusia yang bisa mengklaim hanya dirinya sendiri atau orang-orang yang sepaham yang telah memperoleh kebenaran hakiki itu. Semuanya adalah proses pendekatan kepada kebenaran hakiki tersebut, dan kebenarannya hanya Allah Yang Maha Tahu. Maka, jangan memperjurang perbedaan.

Rasul bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada pahala shalat, puasa dan shadaqah ?”. Para shahabat menjawab, “Tentu ya Rasulullah”. Nabi SAW bersabda, “Memperbaiki hubungan sesama saudara (mendamaikan perselisihan)”. [HR. Tirmidzi dan Abu Dawud]

“Kamu sekalian tidak akan masuk surga sehingga kamu sekalian beriman, dan kamu sekalian tidak beriman sehingga saling berkasih sayang”. [HR. Tirmidzi]

“Mencaci orang muslim adalah fasiq dan membunuhnya adalah kafir.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dan sebaik-baik kita umat islam adalah yang berproses dalam meningkatkan kadar ilmunya, sebagaimana hadis berikut:

Dari Utsman (bin Affan) RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 108]

Allah berfirman:

“Sesungguhnya ummat ini (ummat Islam) adalah ummat yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut Rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka masing-masing.” [QS. Al-Mukminun : 52-53]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat