Letak Pertolongan Allah Sesungguhnya

Saat musibah menghampiri manusia, tak sedikit yang mempertanyakan dimanakah pertolongan Allah sesungguhnya? Di jaman sekarang, musibah tersebut bias jadi berupa kesulitan hidup akibat impitan ekonomi, penindasan, peperangan yang memakan korban hingga hilangnya rasa keadilan. Di jaman Rasulullah pun banyak musibah terjadi yang berupa kekalahan dalam perang. Itulah Perang Uhud. Allah SWT berfirman:

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS Ali Imran [3]: 165).

Seperti dikutip Hasan el-Qudsy (2011), dalam menafsirkan ayat ini, Sayyid Thanthawi, menyebut sebab kesalahan umat Islam ketika itu.

Pertama, mengusulkan perang di luar Kota Madinah, padahal Rasulullah mengisyaratkan untuk tetap berada Madinah. Kedua, para pemanah yang meninggalkan pos pertahanan mereka. Ketiga nafsu untuk mendapatkan rampasan perang sehingga lupa nasihat Rasulullah.

Keempat, tidak peduli dengan panggilan Rasulullah untuk kembali mempertahankan barisan perang. Karena itu, tatkala pertolongan Allah sangat diharapkan, bukan berarti Allah mengabaikan nasib hamba-Nya.

Namun hamba-Nya sendiri yang menjauh dan bahkan lupa dari-Nya. Sesungguhnya Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya. Sebaliknya, hamba itulah yang kerap mendzalimi dirinya sendiri (QS Yunus [10]: 44).

Agar mendapat pertolongan Allah, berjuanglah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Di antaranya, memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah setulus hati agar mendapat rahmat dan pertolongan-Nya.

Lebih dari itu, jangan tinggalkan shalat dan menjadi pribadi yang sabar. Allah menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong bagi umat. Apalagi jika shalat yang dilakukan berkualitas, pada sepertiga akhir malam dan kaum lelaki mendirikan shalat fardhu di masjid.

Begitu pula sabar, bukan berarti menyerah. Sabar diperlukan untuk menyikapi berbagai serangan, kebencian, dan permusuhan dari kelompok lain. Jangan membalas kedzaliman dengan kedzaliman pula.

Hal lain yang dapat dilakukan manusia untuk mendapat pertolongan Allah adalah dengan menolong agama Allah. Allah tidak butuh pertolongan manusia, tetapi menolong agama-Nya berarti menampilkan diri sebagai umat Islam sesuai ajaran agama-Nya. Munculkan pula rasa peduli dan menolong sesama. Rasulullah bersabda:

Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan at-Turmudzi).

Menolong sesama bisa dengan tenaga, materi, atau pemikiran. Ketika kita menolong seseorang, maka Allah akan memberikan pertolongan yang mana pertolongan tersebut bisa jadi datang dari orang yang pernah ditolong, ataupun dari orang yang tidak dikenal.

Kemudian, memelihara takwa. Orang bertakwa akan memperoleh pertolongan Allah dengan cara yang terduga (QS at-Thalaq [65]: 2-3). Hakikat takwa adalah kemampuan mengendalikan diri didasari oleh rasa takut akan diawasi oleh Allah SWT.

Selain memiliki keimanan yang kuat, ibadah yang taat, kemampuan mengelola emosi dan mental, juga memiliki kepedulian yang tinggi pada sesama (QS al-Baqarah [2]: 177).

Pertolongan Allah juga dapat diperoleh dengan doa. Setiap doa akan dikabulkan, selagi hamba itu menjawab setiap seruan atau perintah-Nya dan beriman kepada-Nya (QS al-Baqarah [2]:186). Jika perintah-Nya saja kita abaikan, masihkah kita layak memohon pertolongan pada-Nya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *