Ketahuilah, Hidup di Dunia Hanya Sementara

Allah telah menggambarkan bagaimana ungkapan keluh kesah dan kesan orang-orang di hari akhirat tentang kehidupan mereka di dunia. Allah berfirman:

“Mereka berbisik-bisik diantara mereka:”Kami tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)”. (QS. 20:103)

“Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya diantara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia),melainkan hanya sehari saja”. (QS. 20:104)

Berbahagialah orang-orang yang hidup di dunia dalam waktu yang amat singkat dekat dengan para Rasul-Rasul Allah dan mereka menjadi orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya. Dan berbahagialah pula orang-orang yang dalam hidupnya yang singkat itu selalu bersama dengan orang-orang ahli kebenaran dan kebaikan penerus para Rasul dan selalu tolong menolong dalam ber ‘amar ma’ruf dan ber nahi mungkar. Sehingga hidup mereka selalu dalam keberuntungan.

Allah berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. 7:157)

Bahagia Menjadi Orang yang Bertaqwa

Berbahagialah anak-anak yang dididik dalam keluarga yang bertaqwa, dan berbahagialah orang-orang yang hidup dalam lingkungan orang-orang yang bertaqwa, dan berbahagialah manusia-manusia yang hidup dengan selalu menjaga taqwa. Karena dengan taqwa maka segala perbuatan manusia menjadi berkualitas tinggi dan berbuah di dunia dan di akhirat.

Ketahuilah, orang-orang bertaqwa adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, berkat perjuangan mereka untuk selalu bersabar di jalan yang benar dan di ridhoi oleh Allah. Mereka mendapatkan derajat yang tinggi, dan memiliki kualitas moral yang sangat tinggi.

Allah berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri(muslimin)” (QS. 41:33)

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. 41:34)

“Dan apabila dibacakan (al-Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata:”Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; al-Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).” (QS. 28:53)

“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.” (QS. 28:54)

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. 42:40)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *