Inilah Penyakit yang Ditakuti Orang Beriman

Penyakit yang paling ditakuti orang yang berimana adalah ar-riya’. Seseorang dengan penyakit ini menginginkan orang lain mengetahui perbuatan baik apa yang telah dilakukannya. Dengan kata lain, ia tidak mengharapkan pahala dari Allah, tetapi hanya mengharapkan imbalan atau pujian dari makhluk. Orang seperti ini hakikatnya telah berpindah tuhan kepada makhluk. Meski tidak sampai pada tahap menyembah, namun sedikit kemusyrikan muncul di dalamnya. Itulah mengapa Rasulullah SAW menganggap perbuatan riya’ sebagai syirik kecil.

Karenanya, ketika menggambarkan kepribadian orang-orang munafik dalam surah al-Mauun: 6, Allah SWT berfirman:

“Alladziinahum yuraa uun (yaitu orang-orang yang berbuat riya’).”

Dalam surah al-Baqarah: 264, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang yang berbuat riya’ adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Kiamat. Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian…”

Perbuatan riya’ menjadi perbuatan tidak beriman kepada Allah dan alam akhirat. Dosa dari perbuatan ini sangatlah mengerikan.

Lawan kata riya’ adalah ikhlas yang berarti memurnikan. Dari kata “akhlasha-yukhlishu”. Air yang murni disebut dengan “al-maul khalish”. Seperti amal ibadah, seseorang dikatakan ikhlas ketika murni diperbuat untuk Allah. Tetapi ketika ada niatan lain untuk dipuji makhluk, misalnya, atau untuk kepentingan duniawi lainnya maka unsur ibadahnya menjadi hilang. Inilah yang disebut riya’.

Orang yang ikhlas akan selalu dalam kebaikan. Baik ada dalam keramaian atau dalam kesendirian ia tetap baik. Sebaliknya, orang riya’ akan bekerja dengan pencitraan. Di depan banyak orang ia tampak seperti orang baik, tetapi ketika sendiri tidak merasa berdosa berbuat maksiat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat