Hindarilah Sumber-Sumber Keburukan Ini

Manusia diciptakan adalah untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah, dan menjauhi apa saja larangan dari Allah. Untuk itu, manusia harus menghindari berbagai sumber keburukan agar tidak mendapat murka Allah. Sumber keburukan yang dimaksud diantaranya yaitu kebodohan, kezaliman, syahwat, dan kelalaian. Ingatlah, setan akan terus menggoda manusia. Waspadalah selalu, jadikan akidah sebagai benteng, amal saleh sebagai perhiasan keseharian, dan zikir sebagai nafas kehidupan.

Allah berfirman:

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang untuk mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. al-A’raf : 199)

Sumber-Sumber Keburukan yang Harus Dihindari

Kebodohan akan membawa kepada malapetaka. Perlu diketahui yang dimaksud dengan orang bodoh bukanlah mereka yang tidak bersekolah atau berpendidikan. Orang bodoh adalah mereka yang memiliki sikap yang mengabaikan pada kebenaran, mengumbar hawa nafsu, dan berangan-angan tanpa berusaha keras. Mereka tidak mempersiapkan masa depan pascakehidupan dunia dengan baik.

Boleh jadi pendidikannya hanya sekolah dasar, tetapi penuh dengan kebaikan dan kemuliaan. Tidak masalah bahkan tidak mengenyam bangku sekolah, tetapi mampu menebar manfaat, menjaga ibadah, dan mau belajar agama tiada henti. Mereka yang selalu mengingat kematian, mempersiapkan bekal sebaik mungkin dan terus menebar kebaikan.

Berbeda dengan mereka yang meskipun gelarnya profesor, akan tetap dianggap bodoh jika kesehariannya penuh dengan keangkuhan, lalai akan kebaikan dan tertutup hatinya dari kebenaran. Jabatannya boleh jadi presiden, gubernur, menteri, bupati, wali kota, rektor, atau apa pun itu, tetapi akan tetap dinilai bodoh, bila jauh dari rasa peduli, terus berusaha mempertahankan jabatan dengan segala cara, abai kepada hak-hak bawahan, lalai dari beribadah, sombong dan riya ketika berbuat kebaikan, serta membuat kebijakan yang jauh dari rasa keadilan.

Kezaliman akan melahirkan perlawanan, kebencian, kerusuhan, bahkan peperangan. Bersikap adillah kepada diri sendiri, keluarga, bawahan yang dipimpin, teman seperjuangan, juga siapa pun yang berinteraksi dengan kita. Bila merasa telah berbuat tidak adil, segeralah bertobat kepada Allah dan meminta maaf kepada mereka yang dizalimi.

Allah berfirman:

“Janganlah engkau mengikuti orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Kami dan mengikuti hawa nafsunya. Dan keadaannya melampaui batas.” (QS al-Kahfi: 28).

Sifat lalai itu boleh jadi karena terlalu berorientasi kepada kehidupan dunia. Mungkin pula karena telah bertumpuknya perilaku maksiat dan hawa nafsu yang diperturutkan. Akibatnya, Allah SWT mengunci hati dari kebenaran.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya tobat di sisi Allah, hanyalah tobat orang-orang yang berbuat keburukan karena kebodohan, kemudian mereka bertobat dengan segera, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.” (QS Annisa: 17).

Oleh karena itu, marilah menjadikan hidup ini penuh keberkahan, kemanfaatan, sibuk memperbaiki diri, tiada sedetik pun lalai dari mengingat-Nya. Hindari segala hal yang akan mendapat murka-Nya, dan jalankan segala hal yang mendapat ridho dan keberkahan dari-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *