Hilangkan Sedih dan Sakit Hati dengan Kebesaran Allah

Bila kita melihat umur yang telah kita lalui, mungkin ada yang optimis masih akan berjalan panjang, namun juga ada yang melihat tinggal beberapa waktu lagi. Tak sedikit pula yang menyadari tinggal sesaat lagi.

Optimisme melihat umur dapat diawali dengan membuat sebuah kesadaran tentang rangkaian besar kehidupan, sejak dari jaman pra sejarah hingga jaman yang akan datang hingga hari kiamat. Tidak lebih kita adalah para manusia pengisi sepenggal kecil sejarah, dengan peran yang sangatlah kecil.

Kita akan menjadi tentram jika kita dapat melihat sejarah yang ada dibelakang kita sebagai sesuatu yang bermanfaat.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yuusuf, 12: 111)

Segala puji bagi Allah. Dialah yang menunjuki kita sehingga kita mampu menyadari siapa diri kita yang dhoif ini. Segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya sehingga kita dicintakan kepada-Nya untuk menempuh jalan kesholihan di sepanjang perjalanan hidup kita.

Allah berfirman:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Ruum 30: 30)

Allah adalah pencipta seluruh alam semesta dan  seluruh alam raya dengan segala kejadian yang ada diatasnya. Dia pula yang menentukan tambahan nikmat atau tambahan siksa kepada hamba-hamba-Nya. Jika kehidupan semakin melaju kepada kesholihan, maka Allah akan balas dengan kenikmatan yang berlipat-lipat, sebaliknya bila kehidupan semakin melaju kepada kejahatan, maka ujian, siksa dan azab akan datang silih berganti. Semuanya sesuai dengan janji-Nya kepada kita.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah 2: 277)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali-‘Imran 3: 110)

Keikhlasan telah membuahkan kebahagiaan yang kekal di dunia dan di akhirat. Namun untuk menjadi manusia yang ikhlas, membutuhkan kesabaran. Semoga Allah memberi kita semua kesabaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *