Bahaya Syirik yang Harus Diketahui

Syirik adalah kemaksiatan dan kezaliman terbesar kepada Allah SWT. Syirik dapat berupa ucapan dan perbuatan menduakan Allah Ta’ala dengan apapun dan siapapun. Ketika tersirat tujuan dan perilaku hidup seseorang, berupa benda, harta, tahta, manusia semata dan melupakan Allah, hal tersebut akan mengarah kepada syirik. Manusia diperbolehkan mencari nafkah, menikmati harta di dunia ini, bersenang-senang dan berkelana sebagai sarana untuk beribadah dan ketaatan kepada-Nya.

Orang yang melakukan perbuatan syirik disebut musyrik. Pelaku syirik ini sangat dibenci Allah, bahkan menjadi dosa besar yang tidak terampuni, kecuali sebelum kematian tiba, ia bertaubat dan menyadari bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin tidak lain unuk menyembah-Nya semata.

Syirik sering kali disebabkan oleh kekaguman seseorang kepada sesama manusia, bisa dalam bentuk suara, gaya bicara, gaya kepemimpinan, kecantikan, pemikiran, hasil penemuan, kepandaian, kehebatan, kelihaian, ketenaran, dan masih banyak lagi. Sikap menduakan dapat pula muncul karena ketakutan dan kepercayaan yang berlebihan terhadap seseorang atau benda yang tidak mendasar, akibat ketidaktahuan, kekerdilan, kelemahan, keterbatasan ilmu dan pengetahuan seseorang akan peluang yang sama, bahwa setiap makhluk bisa langsung berkomunikasi dan memohon kepada Allah. Masih banyak lagi hal yang membuat seseorang berlaku syirik yang dapat menghambat kemajuan dan kejayaan.

Allah berfirman:

“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari, dan jang (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika jika kalian hanya menyembah kepadanya–. (QS. Fush: 37)

Inilah Bahaya Syirik yang Perlu Diketahui

Syirik dilarang dan sangat dibenci Allah. Pertama, syirik akan mematikan cahaya fitrah. Setiap ciptaan-Nya memiliki fitrah yang telah ditetapkan-Nya. Saat manusia menyalahi ketentuan fitrah, maka ia tidak bias lagi membedakan antara baik dan buruk. Standar baik dan buruknya sesuai hawa nafsu atau keinginan diri. Hal ini yang menyebabkan sesorang tidak mendapat petunjuk-Nya. Sebab hanya Allah yang dapat memberi cahaya dan petunjuk kepada makhluk-Nya ( QS. Annur : 40).

Kedua, pengaruh syirik akan merusak nilai-nilai mulia dalam jiwa. Ketika Allah tidak lagi menjadi satu-satunya  tujuan hidup, menjadi sirna kearifan, dan kemuliaan pada diri. Mudah runtuh dan terjerembab kedalam prilaku nista, hina, amoral, tidak bertanggung jawab dan tidak senonoh. Visi hidupnya pendek, merasa cukup dengan kenikmatan dunia, mudah patah semangat dan tidak berfikir untuk kepentingan akhirat (QS. Alhajj: 31).

Ketiga, akibat perbuatan syirik  meruntuhkan harga diri dan membuat seseorang menghamba pada sesuatu yang hina dan sementara. Maka tidak ada yang tepat dan benar selain berhukum pada hukun Allah Ta’ala. Manusia dan kekuasaannya, ketenarannya, kekayaannya, kehebatannya hanyalah sementara dan sangat terbatas. Yang abadi hanya Allah semata, tidak bergantung kepada apapun dan siapapun. Justru Allah tempat bergantung (QS. Al Munafiqun: 8).

Keempat, ketika seseorang menduakan Allah dengan selain-Nya, maka akan tercerai-berai dan tercabik-cabik kesatuan jiwanya. Dapat dibayangkan bagaimana saat manusia sholat, ia menyembah kepada satu Tuhan. Sementara ketika ia bekerja, berdagang, berjual beli, berkuasa, memimpin dan mencari rizki menghalalkan segala cara, mengambil keuntungan dengan cara riba, menipu, berbohong, dan melanggar aturan-Nya. Hal ini dapat menjadikan jiwa seseorang tercabik-cabik, karena hendak memenuhi berbagai tuntutan yang berbeda-beda, bahkan saling bertentangan satu dengan yang lain. Hal ini menyebabkan seseorang kehilangan rasa aman, tenteram dalam dirinya, sebelum kehilangan jati dirinya (QS. Azzumar : 29).

Tanpa disadari terkadang ada rasa bangga dan cukup dengan kehidupan dunia ini, lupa pada hakekat akhir kehidupan yang pasti. Kesibukan sering kali membuat manusia lupa dan hanyut dalam rutinitas, prestasi dan keuntungan, penghargaan, pencitraan yang ingin diraih. Maka kewaspadaan harus muncul, introspeksi dan evaluasi diri, terus memperbaharui niat karena-Nya, memohon ampunan-Nya. Sebab pengaruh buruk kelima syirik, yakni dapat merusak dan menghapus amal. (QS. Azzumar : 65).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat