Al Quran Sebagai Obat Paling Manjur

Obat identik dengan sesuatu yang terasa pahit saat dikonsumsi. Hal ini juga berlaku pada kebenaran Islam dan Al Quran yang selamanya dirasakan pahit oleh orang-orang yang masih menuruti hawa nafsu. Selama manusia masih terus tergoda hawa nafsu, ia akan terus merasa tertekan dan terbebani dengan apa yang ada dalam Al Quran.

Indahnya islam serta kedamaian yang dibawa Al Quran dapat dirasakan ketika seseorang telah mempelajarinya. Pembelajaran ini dapat dilakukan dimana saja, misalnya saja di pondok pesantren, ataupun mengikuti kajian islam. Diperlukan kesabaran untuk mengajari mereka yang belum mengerti makna dari islam yang sebenarnya. Rasulullah bersabda:

“Dari Nawas bin Sam’an r.a. berkata; Rasulullah SAW pernah bersabda: ” Allah telah menjadikan perumpamaan akan jalan yang lurus. Di kanan kiri sepanjang jalan itu ada dua pagar, yang pada kedua-duanya ada pintu-pintu yang terbuka, dan pada tiap-tiap pintu ada tabir yang dibelah, dan diawal jalan lurus itu ada seorang penyeru yang berkata:” Hai manusia , masuklah kamu sekalian ke jalan lurus itu dengan bersama-sama dan janganlah menyimpang” Dan ada seorang penyeru lagi yang berseru diatas jalan. Maka jikalau ada seorang manusia hendak membuka sesuatu dari pintu-pintu (di kanan kiri) tadi, penyeru diatas jalan berkata, “Kasihanilah engkau, janganlah engkau membuka pintu, karena jika engkau membukanya niscaya engkau memasukinya.” Adapun jalan lurus itu adalah Al-Islam, dan kedua pagar itu ialah batas-batas Allah Ta’ala, dan penyeru yang ada diatas permulaan jalan itu ialah kitab Allah (Al-Qur’an), dan yang berseru dari sebelah atas itu adalah juru pemberi ingat(dari) Allah yang ada dalam hati tiap-tiap orang Islam” (HR Ahmad dan Al-Hakim)

Semakin modern nya jaman, seseorang akan mudah terjerumus pada jalan yang salah jika tidak benar-benar berpegang teguh pada Al Quran.

Dari ‘Ali ra berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya (dikalangan umat) akan ada fitnah. ” Maka aku berkata: ” Bagaimanakah jalan keluar daripadanya, ya Rasulullah?” Beliau SAW bersabda: “Kitab Allah, didalamnya berita dari apa-apa yang sebelum kamu, khabar segala apa yang(terjadi) di antara kamu. Dan ia membentangkan yang benar dan yang salah, dia bukannya permainan. Barangsiapa yang meninggalkannya karena kesombongan(merasa tidak butuh) niscaya Allah membinasakannya. Barangsiapa yang mencari petunjuk selain daripanya, tentu Allah menyesatkannya. Dan itulah tali Allah yang kokoh kuat. Peringatan yang bijaksana, dan itulah jalan lurus. Dia tidak dapat digelincirkan oleh hawa nafsu, dan tidak pula dapat dicampuri oleh perbuatan manusia, dan tidak akan merasa kenyang para ahli ‘ ilmu pengetahuan dari padanya, dan dia tidak akan hancur karena banyaknya sanggahan(penolakan), dan tidak akan habis-habisnya keajaiban-keajaibannya, dan pula bagi bangsa jin tidak ada berhentinya tatkala mendengar bacaan yang mengherankan, yang menunjukkan(memimpin) kepada jalan kecerdikan. “Barangsiapa yang berkata dengan dia, tentu benar, dan barangsiapa berusaha (bekerja) dengan pimpinannya, tentu diberi pahala dan barang siap yang menghukum dengan dia, tentu adil, dan barang siapa yang berseru dengannya, tentu ia mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.” (HR At-Turmudzi)

Begitu tingginya kedudukan Al Quran sehingga perlu dipelajari, dicintai, dan dipegang teguh sepanjang hidup. Al Quran sebagai obat segala penyakit dan keraguan hati serta mengontrol kehidupan manusia agar tidak terjerumus pada lembah dosa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat