Ratusan Karyawan Kantor Bea Cukai Jatim Akan Ikut Program Belajar Ngaji

Griyaquran.org– Kesadaran ummat terhadap pentingnya belajar Al Qur’an semakin hari semakin meluas. Tak hanya anak-anak, yang berusia dewasa pun sudah berbondong-bondong belajar Al Qur’an. Tak hanya di masjid, bahkan di perkantoran. Pagi ini, Rabu (24/4) Griya Al Qur’an menadatangani kerjasama dengan Kantor Wilayah Bea Cukai I Jawa Timur dalam program belajar Al Qur’an. Ratusan karwayan akan menjadi pesertanya.

Penandatanganan kerjasama itu merupakan bagian dari kegiatan Tarhib Ramadhan yang digelar Kantor Wilayah Bea Cukai I Jawa Timur.  Kegiatan yang digelar di Gedung Aula Kantor Bea Cukai Jatim dan mengusung tema “Saat Cinta dan Ampunan-Nya Tercurah Bersungguh-sungguhlah dan Jadilah Pemenang” itu dihadiri oleh ratusan pegawai kantor Bea Cukai Jatim.

Ustadz Muhammad Nur Hasan, Direktur Operasional Griya Al Qur’an dalam sambutannya berharap, ada efek Qur’an yang luar biasa dalam kantor Bea Culai setelah ini. “Semua yang bersentuhan dengan Al Qur’an selalu menjadi yang terbaik.” Ketika Al Qur’an menyentuh malaikat, jadilah malaikat terbaik, yaitu Jibril. Ketika Al Qur’an menyentuh nabi, jadilah nabi terbaik, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bulan terbaik adalah Ramadhan karena di dalamnya Al Qur’an diturunkan. Profesi terbaik adalah pengajar Al Qur’an.  “Dalam hadist, sebaik-baik kita adalah yang belajar Al Quran dan yang mengajarkannya. Artinya profesi terbaik adalah Guru Al Qur’an,” ujarnya. “In syaa Allah, setelah tersentuh Al Qur’an, kantor ini menjadi kantor terbaik,” kata Ustadz Hasan  yang kemudian disambut ucapan “aamiin” serentak oleh peserta yang hadir.  

Pria yang akrab diapanggil Ustadz Hasan ini kemudian menyampaikan bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar Al Qur’an karena Griya Al Qur’an hadir untuk segmen dewasa. “Lembaga Al Qur’an untuk anak2, sudah banyak, sementara yang dikhususnya untuk dewasa masih sangat minim, Griya Al Quran hadir untuk memfasilitasi kita semua,” ujarnya. Tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa membaca Al Quran dengan benar. “Dulu banyak yang bilang, jika sudah tua, untuk belajar itu susah, apalagi menghafal. Santri kita, seorang ibu-ibu  ada yang setelah pension baru mendaftar, Kini beliau sudah hafal sekitar 20 juz, beliau sendiri juga tidak menyangkanya,” katanya.

Muhammad Purwantoro, Kepala Kanwil I Bea Cukai Jatim yang juga memberi sambutan mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan yang akan dikerjsamakan dengan Griya Al Qur’an ini akan mengisi sisi-sisi yang belum terisi. Kita ini manusia, tidak bisa kita hanya kerja, kerja, kerja. Aspek spiritual seperti inilah yang memotivasi dari dalam. Justru kegiatan semacam ini, saya percaya akan mendongkrak produktivitas kerja,” ujarnya. (wir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *