Griya Al Qur’an Siap Lebarkan Sayap ke Kota Pandaan

www.griyaquran.org- Untuk Al Qur’an, selalu ada jalan. Kali ini Griya Al Qur’an, diberi kesempatan untuk mengembangkan sayapnya di Kota Pandaan, Jawa Timur. Seseorang akan mempersilakan rumah dan masjidnya untuk pengembangan Al Qur’an. Tak hanya itu, ia juga berencana menjadi pintu masuk Griya Al Qur’an di Pandaan.

Agus Salim dan  Aris Munai, Selasa 6/8 lalu mengundang tim Griya Al Qur’an ke Pandaan. Mereka berdua menyambut hangat tim Griya Al Qur’an yang terdiri dari Nur Hasan, Imam Masruri dan Yubayyin yang masing-masing sebagai Direktur Operasional, Wakil Direktur dan Staf Admin Griya Al Qur’an.

Dalam sambutannya, Aris Munai menyampaikan bahwa Kota Pandaan mempunyai peluang sangat besar untuk perkembangan penddikan Al Qur’an di tempat itu. “Peluangnya sangat besar, saya ingin dapat SDM para penghafal Al Qur’an. Ingin saya kembangkan di Pandaan. Karena itu saya mengundang Griya Al Qur’an kemari,” ujar pria yang membina 140 siswa dan 9 guru di Musholla di Perumahan The Kapuk Pandaan, tempat ia berdomisili itu.

Aris Munai berniat untuk mengembangkan pendidikan Al Qur’an di Pandaan khususnya orang dewasa. “Supaya tidak anak-anaknya saja yang mengaji, para walisantri TPQ juga harus belajar membaca Qur’an,” tuturnya.

Senada dengan Aris, Agus Salim juga mempunyai pendapat serupa, dengan Pendidikan Al Qur’an untuk dewasa, ini akan menjadi jalan bagi keluarga-keluarga untuk lebih dekat dengan Al Qur’an. “Yang namanya keluarga Al Qur’an itu bukan hanya anaknya saja, tapi justru orangtuanya itu yang penting. Karena orangtua adalah panutan dalam keluarga, biar bisa menjadi hafidz Al Qur’an sekeluarga,” kata Kepala sekolah MI/MTs Miftahul Khoir Pandaan itu.

Menimpali itu, Nur Hasan juga menguatkan apa yang disampaikan Agus. Ia mengatakan bahwa semua yang berhubungan dengan Al Qur’an akan menjadi yang terbaik. Jibril, malaikat yang menyampaikan Al Qur’an menjadi malaikat terbaik. Ramadhan, adalaha bulan terbaik karena di sana diturunkan Al Qur’an. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjadi nabi terbaik karena Al Qur’an.

“Begitu pula jika keluarga-keluarga tersentuh Al Qur’an. Mereka akan jadi keluarga terbaik. Coba saja, jika ada konfilk berkepanjangan dalam keluarga, silakan dicoba untuk terapi Al Qur’an. Buat program khusus untuk Al Qur’an, pasti akan selesai masalahnya,” jelas pria yang lebih dikenal dengan nama Hasan Muhammad ini.

Dalam pertemuan itu, Hasan dan Masruri bercerita tentang apa dan bagaimana Griya Al Qur’an itu. Mereka berdua menjelaskan tentang perkembangan terbaru Griya Al Qur’an dan metode Sahabat Tahfidz, metode yang dirancang oleh Griya Al Qur’an dalam menemani santrinya dalam menghafal Al Qur’an.

“Alhamdulillah dengan metode ini, menghafal Al Qur’an ini kini tidak lagi menjadi dominasi santri pondok pesantren. Santri-santri kami dengan beragam aktivitas ternyata juga berhasil menghafalkan hingga lebih dari 20 juz. Beberapanya sudah tuntas 30 juz, “ ujar pria yang kerap dipanggil Ustadz Hasan itu.

Metode Sahabat Tahfidz ini, ia melanjutkan, sudah diterapkan ke berbagai usia, baik dewasa maupun anak-anak.

Aris Munai dan Agus Salim, dalam penutupnya berharap bisa mengambil bagian untuk  membenahi ummat dalam membaca Al Qur’an. “Kami berharap sinergi ini bisa memunculkan kader hafidzul Qur’an dan menambah kelas tahfidz khususnya di masjid-masjid,” kata Aris.

Sementara Masruri juga menyampaikan bahwa, pertemuan ini  menguatkan semangat Griya  Al Qur’an untuk melebarkan sayapnya di kota Pandaan. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan. ^_^ (byn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat