Your browser (Internet Explorer 7 or lower) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.

X

Metode Belajar Membaca Al-Qur’an (Part2)

Dapat belajar membaca Al Quran dengan CEPAT dan TEPAT adalah keinginan semua individu muslim, apalagi ketika rahmat Allah berupa kesadaran untuk membaca Al Quran turun ketika kita sudah dibilang berumur.Disamping anda harus memahami metode atau cara belajar berdasarkan usia, motivasi belajar yang seharusnya keluar dari hati kita dan bukan dari lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam komitmen untuk belajar Al Qur’an. Ada Tips jitu dalam memilih metode belajar, tetapi sebelumnya anda harus mengetahui beberapa metode pengajaran Al Quran di Indonesia, diantaranya

  • Al Bagdadiyah

Metode ini merupakan Metode yang paling lama dan telah  digunakan di seluruh dunia. Metode ini dipercaya berasal dari Baghdad, ibu Negara Iraq dan diperkenalkan di Indonesia seiring dengan kedatangan saudagar dari Arab dan India yang singgah di Kepulauan Indonesia (Mohd Zainul 2008). Manakala menurut (Komari 2008) menjelaskan Metode ini sudah bermula dari pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah dan di Indonesia metode tersebut telah diperkenalkan pada awal tahun 1930an sebelum kemerdekaan. Metode ini lebih kita kenal dengan “ TURUTAN”, tidak diketahui pasti siapa penulisnya .

  • Qira’ati

Metode Qira’ati ditemukan oleh KH Dachlan Salim Zarkasy di Semarang Jawa Tengah Indonesia pada awal tahun 1970,Pada tahun 1986 beliau menerbitkan buku pertama dengan judul Pelajaran Membaca al-Quran. Buku tersebut terdiri dari  enam jilid yaitu jilid satu sampai enam dan beliau menyatakan bahwa “tidak semua orang boleh mengajarkan metode Qira’ati akan tetapi semua orang boleh pandai membaca al-Quran dengan Qira’ati”. Dalam perkembangannya metode ini dapat diterima oleh masyarakat luas baik di Indonesia maupun di luar Negri.

 

  • Iqra’

Metode Iqra’ adalah suatu metode pengajaran dan pembelajaran membaca al-Quran yang disusun sebagai usaha mengubah metode lama. Misalnya, al-Bahgdadiyah, ini bertujuan agar murid dapat belajar membaca al-Quran dalam waktu yang lebih singkat dan cepat. Metode ini disusun oleh al-Marhum Ustaz Hj. As’ad Humam . (Mohd Alwi Yusoff et.al 2008).

Pada mulanya beliau juga menggunakan metode al-Baghdadiyah, ia kemudian menggunakan metode Qira’ati selama tiga tahun. Setelah melalui percobaan dan peyelidikan yang mendalam beliau menemukan beberapa hal yang masih perlu disempurnakan untuk kepentingan muridnya dalam pengajaran dan pembelajaran membaca al Quran. Sehingga terbitlah buku Iqra’.

Untuk versi digital juga sudah tersedia klik disini

Dari semua metode yang sudah tersebut masih banyak lagi metode-metode lain seperti Al Barqy dan Tartil,dari isinya hampir sama, anda bisa  memakai sesuai dengan selera karena semuanya berusaha agar peserta didik dapat belajar dengan cepat dan tepat dalam belajar membaca Al Qur’an.

Tips memilih metode

Jika anda adalah yang dimaksud dalam tulisan diatas ( dewasa tapi belum lancar membaca Al Qur’an) berarti anda wajib menyimak tips ini dengan seksama.

  1. Dalam bacaan Al Qur’an hanya mengandung beberapa 4 materi
  • Pengenalan huruf
  • Harakat
  • Panjang pendek
  • Dengung

Jika anda menguasainya maka anda bisa dipastikan bisa lancar membaca Al Qur’an.

2.    Dalam penulisan Al Qur’an ada 2 pendekatan

  • Imlai ( biasanya dipakai kaidah penulisan Al Qur’an Indonesia)
  • Usmani (biasanya dipakai kaidah penulisan Al Qur’an Arab)

Dari 2 poin diatas permasalahan di poin 1 adalah pada materi dengung, sering kali orang dewasa merasa kesulitan untuk mengidentifikasi ciri-ciri dengung dan tidak,karena dituntut untuk menghafal kaidah2 Tajwid seperti jika ada huruf NUN sukun bertemu huruf ikhfa (15) maka di baca dengung dan lain sebagainya.

Dan ternyata poin 2 menjawab permasalahan dalam meng identifikasi ciri-ciri tajwid yaitu dengan memakai penulisan usmani (Al Qur’an Arab) anda akan menemukan kemudahan tersendiri, anda tidak usah menghafal kaidah-kaidah tajwid tetapi cukup mempelajari model penulisannya, silahkan  cek ke dua Al Qur’an tersebut, atau menunggu rubric selanjutnya.

Anda bisa menambahkan dengan menggunakan kolom comment

Khoirul Huda S.Pd.I

Nama : Khoirul Huda S.Pd.I Jabatan : Direktur Program Yayasan Griya Al- Qur'an

Leave a comment

name

email (not published)

website