Menghindari Godaan Syaitan (II)

Allah SWT banyak membuka rahasia-rahasia dalam Al Quran, termasuk rahasia-rahasia yang akan terjadi bila manusia mengikuti syaitan. Manusia akan diajak kepada siksa api yang menyala-nyala. Allah berfirman:

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS Faathir: 5-6)

Manusia bisa mengikuti syaitan karena perbuatan tipu daya yang dilakukan kepada manusia. Bila manusia tidak berpegang teguh pada peringatan Allah, maka manusia akan sangat mudah ditipu daya syaitan.

“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’aam: 128)

Jangan Terperdaya Tipu Rayu Syaitan

Tipu daya syaitan dapat meruntuhkan manusia lewat kesenangan hidup duniawi. Disaat terbuka lebar kesenangan duniawi, akan banyak tipu daya syaitan menyelinap masuk. Allah berfirman:

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (QS. LUQMAN: 33)

Manusia perlu menjadi ketat kepada diri masing-masing untuk terus tekun belajar Al Quran dan As Sunnah. Sehingga kenikmatan yang Allah berikan tidak disusupi oleh syaitan.

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala”. (QS. Al-Anfaal: 31)

Sebuah fenomena nyata yang harus diantisipasi oleh manusia-manusia kini yang ingin selalu bahagia di dunia dan  di akhirat, agar berpegang teguh belajar Al Quran dan As-Sunnah serta mengamalkan tuntunan tersebut. Karena itulah jalan satu-satunya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat baik jasmanai dan rohani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *