Menghilangkan Rasa Dengki dalam Diri

Sungguh Maha Besar Allah yang meluaskan rejeki kepada siapa yang dikehendaki dan menyempitkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Oleh karena itu rejeki yang diberikan kepada seseorang atau kelompok bahkan Negara, seharusnya dipandang sebagai ketentuan Allah SWT dan takdir Illahi. Kerasulan Nabi Muhammad  SAW adalah takdir Illahi meskipun banyak orang kafir (Yahudi/Nasrani)  yang menyimpan dengki (hasud) terhadap  Kerasulan Nabi Muhammad  SAW, sehingga tak mau mengikutinya.

Dengki adalah kedzaliman dan senantiasa diawali dengan rasa iri yang merupakan perasaan ingin memperoleh kenikmatan  seperti orang lain peroleh, tetapi tidak suka jika melihat orang lain mendapat kenikmatan atau bahkan sangat senang bila orang lain mendapat kesusahan. Rasulullah bersabda :

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”, atau beliau bersabda, “(memakan) rumput”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 276, no. 4903).

Iri dengki adalah sifat syaitan, sehingga Allah SWT melarang orang muslim saling iri dengki terhadap muslim  yang lain, karena setiap rezeki yang didapatkan  dari usaha masing-masing  tersebut sudah menjadi ketentuan Allah.

Jangan Menjadi Pribadi Suka Dengki

Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS.An Nisaa’ 32].

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS.Al A’raf’ : 200].

Rasul bersabda:

“Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

“Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar.” (HR. Abu Ya’la).

“Semoga Allah mengangkat derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka, karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka” (HR. Bazzar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *