berbuat baik, menjalin silaturahmi, ukhuwah islamiyyah

Mempererat Ukhuwwah Islamiyyah (II)

Ukhuwwah Islamiyyah memiliki persyaratan dan landasan yang harus dipenuhi. Semua itu akan diterima Allah jika dilakukan dengan cara yang benar. Syarat terpenting dan landasan pokok dalam menerapkan Ukhuwwah islamiyyah antara lain:

Ikhlas karena Allah semata

Berukhuwwah baru akan terlaksana jika orang-orang yang terlibat didalamnya mampu membebaskan dari kepentingan dan keuntungan pribadi. Yakni berdasar semata-mata karena Allah SWT.

Harus disertai Iman dan Taqwa

Hal ini tidak akan mungkin terjadi kecuali seseorang muslim memilih sahabat-sahabat yang mukmin dan mengambil teman yang mukmin dan istiqomah. Oleh karena itu ukhuwwah islamiyyah sangat penting bagi orang beriman.

Allah berfirman:

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara… (QS. Al Hujuraat : 10)

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. Az Zukhruf : 67)

Rasulullah bersabda:

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, Orang itu menurut agama shahabat  dekatnya maka hendaklah seseorang dari kalian melihat dengan siapa dia bershahabat” (HR. Hakim dalam Al Mustazrak juz 4 hal 189 no.7320)

Harus tetap melaksanakan manhaj Islam

Tetapnya ukhuwwah dengan manhaj Islam dapat terwujud apabila kita berhukum dengan hukum Allah SWT dan mengembalikan segala persoalan kepada petunjuk Nabi Muhamad SAW.

Jika ukhuwwah telah meresap kedalam hati maka akan membentuk diri seorang muslim laksana Qur’an yang berjalan. Sebab seluruh perangai akhlak dan pergaulannya sepenuhnya mencerminkan manhaj hidup Qur’ani. Dia berpegang teguh dengan Al Qur’an dan seluruh prinsip Islam, baik keyakinannya hati, ucapan lisan dan amal fisiknya.

Tegak berasa nasehat karena Allah SWT

Saudara sesama Muslim semestinya saling menjadi cermin. Jika salah satu berbuat kebaikan maka seharusnya satunya menjadi penyemangat. Demikian juga ketika salah satu berbuat kekurangan/menyimpang. Maka sang Muslim akan diam-diam menasehati, menganjurkan untuk segera bertaubat serta kembali kepada petunjuk Allah. Dengan demikian akan terjadi tolong-menolong yang penuh keutamaan, jauh dari kenistaan. Sekaligus mendorong terbentuknya persaudaraan atas dasar Islam dan neraca syariatnya.

Rasulullah SAW menekankan agar setiap Muslim ikhlas kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan kepada seluruh kaum muslimim.

Rasulullah SAW bersabda :

Agama itu adalah nasehat, kami bertanya: Kepada siapa (ya Rosulullah)? Beliau bersabda: kepada Allah, kepada Kitab-Nya, kepada Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim.” (HR. Muslim Juz 1 hal.74)

Setia dalam waktu senang dan susah

Tolong menolong dalam waktu susah dan senang tidak akan pernah terwujud, jika dalam diri kita tidak ada perasaan sependeritaan dan sepenanggungan.

Allah SWT berfirman:

“...hendaklah kamu tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.” (QS. Al Maidah : 2)

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah : 71)

Rasulullah bersabda:

Abu Musa, is berkata : Rasulullah SAW bersabda: “Orang mu’min dengan orang mu’min lainnya adalah seperti bangunan yang sebagiannya dengan bagiann lain saling menguatkan.” ( HR. Muslim juz 4 hal 1999)

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Rasululloh SAW bersabda “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang, cinta mencintai serta memadu kasih ibarat satu tubuh; apabila ada anggota badan yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasa sakit dengan tidak bisa tidur dan merasa demam. (HR.Muslim juz 4 hal 1999)

Dari Abu Hurairah RA,ia berkata : Rasululloh SAW bersabda ” jauhkanlah dari kalian berprasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perkataan (hati), janganlah kalian mendengar-dengarkan (pembicaraan orang lain) dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling membenci dan janganlah saling membelakangi. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim juz 4 hal 1985)

Dari Salim dari ayahnya, ia berkata : Sesungguhnya Rosululloh SAW bersabda : “Orang Islam itu saudaranya orang Islam yang lain, maka tidak boleh ia menganiayanya dan tidak boleh membiarkannya (dengan tidak mau menolongnya). Barangsiapa yang menolong kebutuhannya. Dan barangsiapa yang meringankan satu kesusahan orang muslim, Allah akan meringankan satu kesusahan dan kesusahan-kesusahannya pada hari kiyamat. Dan barangsiapa yang menutup aib (cela) orang Islam maka Allah akan menutup aib (cela)nya besok pada hari kiamat.” (HR. Muslim juz4 hal 1996)

Apabila persyaratan diatas terpenuhi, maka ukhuwah akan tangguh dan tegak, tidak akan terpengaruh oleh badai dan topan yang menerpanya. Dia akan menjadi kokoh seperti gunung, bersinar seperti matahari dan akan selalu tegar seperti pagi yang cerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *