Maha Besar Allah, jalankan perintah Allah, larangan menyekutukan Allah

Larangan Menyekutukan Allah dalam Hal Apapun (II)

Allah menunjukkan jalan-jalan yang selalu menuai keuntungan, jalan yang kekal di dalam menuai keuntungan,

Para ulama berusaha menjelaskan tentang sesuatu yang utama dalam kehidupan di dunia ini yaitu, “al-baaqiyaatush sholihah”, sebuah amal yang lebih baik disisi Allah dan lebih kekal di sisi-Nya, dibanding sekedar kerja keras membangun dunia tanpa ada tujuan ibadah kepada Allah.

Ibnu Abbas dan Said bin Jubair mengatakan “al-baaqiyaatush sholihah”   adalah sholat wajib lima waktu. Ada juga yang mengatakan ia adalah kalimat dzikir subhânallâh, alhamdulillâh, lâ ilâha illallâh, allâhu akbar, lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyil ‘azhim.

Namun ada pula yang menyebutkan seluruh amal kebaikan yang dituntunkan oleh Islam, seperti mendirikan sholat, berpuasa, membayar zakat, berhaji, membebaskan budak, jihad di jalan Allah, menyambung silaturahmi, perkatan yang baik dan masih banyak lagi.

Dengan melakukan kebaikan-kebaikan itu semua karena menjalankan ketaatan kepada Allah maka amal-amal tersebut akan mendapatkan pahala yang akan dipetik di dunia dan di akherat kelal selamanya.

Aktivitas Dunia Hanya Untuk Ibadah Kepada Allah

Di jaman sekarang, jika manusia tidak mendasari diri dengan ilmu Islam, iman dan amal sholih serta taqwa kepada Allah, maka waktu manusia bisa habis sekedar untuk diisi dengan aktivitas kesenangan dunia tanpa ada tujuan ibadah kepada Allah. Dunia yang gemerlap bisa menyilaukan manusia sehingga banyak manusia yang melupakan Allah karena sangat sibuk dengan aktivitas kesuksesan membangun dunia.

Rasul bersabda:

“dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian melewati taman Surga, maka perbanyaklah dzikir!” Aku katakan; apakah taman Surga itu wahai Rasulullah? Beliau mengatakan: “Kelompok-kelompok dzikir (majlis ilmu)”.” (Tirmidzi – 3432)

“dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian melewati taman Surga, maka merumputlah!” Aku katakan; apakah taman Surga itu wahai Rasulullah? Beliau mengatakan: “Masjid-masjid.” Aku katakan; dan apakah rumputnya wahai Rasulullah? Beliau mengtakan: “SUBHAANALLAAHI WAL HAMDULILLAAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR” (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar).” (Tirmidzi – 3431)

Segala puji bagi Allah, sesaknya aktivitas membangun dunia di zaman ini seringkali manusia sangat disibukkan dengan berbagai urusan phisik dan materi, sehingga kadang sesuatu yang lebih kekal dan merupakan kebutuhan jiwa terlalaikan. Sehingga jiwa semakin rapuh dan semakin mudah berpaling kepada dunia yang semakin gemerlap.

Untuk itu manusia perlu kembali mengingat bagaimana asal usulnya, tujuan akhirnya. Kita sebagai manusia mestinya mengisi kehidupan di dunia ini dengan kebaikan-kebaikan yang bersifat kekal. Kebaikan yang dimaksud adalah sesuai yang diajarkan oleh Allah SWT lewat Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *