Ikhlas dalam Berbuat Kebaikan (I)

Seseorang yang dapat ikhlas dalam mengerjakan sesuatu, berarti sebagian imannya telah sempurna. Ikhlas adalah sebuah bagian inti dari iman. Manusia tidak dikatakan beriman apabila tidak ada keikhlasan dalam ibadahnya.

Amal kebaikan manusia diterima jika yang dikerjakan adalah amalan yang baik dan benar. Selain itu ia ikhlas dalam mengerjakannya. Diterimanya semua amal kebaikan yang dikerjakan manusia adalah tergantung kepada benarnya amalan, serta ikhlas dalam mengerjakannya. Benar yang dimaksud yaitu amalan yang sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Islam, yakni sesuai dengan Al Quran dan Sunnah.

Tidak Mengharap yang Lain Selain Ridha Allah

Ikhlas dilakukan semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah, bukan karena yang selain-Nya. Semua hanyalah untuk Allah semata. Allah berfirman:

“Katakanlah: Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [QS. Al An’am 162]

Rasulullah SAW bersabda:

Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, «Sesungguhnya sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan diberi balasan menurut niatnya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan diberi balasan hijrahnya karena thaat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan menurut niatnya dia berhijrah itu». [HR. Bukhari dan Muslim]

Setelah niat dengan ikhlas tertanam di hati dan tertuju semata hanya kepada Allah saja semua ibadah dan aktivitas hidup, maka bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah harus disertai dengan memurnikan ketaatan itu sendiri dengan cara mejalankan agama ini dengan lurus dan sesuai dengan apa yang dituntunkan dalam Islam.

Allah berfirman:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [QS. Al Bayyinah 5]

Ikhlaskan dalam memberikan sesuatu, jangan sampai berujung kepada riya’. Ingatlah niat beramal adalah karena mengharap ridha Allah, bukan karena ingin dipuji manusia tidak menghendaki balasan dari manusia, bahkan ucapan terima kasih saja tidak diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *