Al Quran Mendahului Ilmu Pengetahuan

Al Quran adalah mukjizat yang diturunkan pada nabi penutup risalah. Maka selayaknya sebuah mukjizat Al Quran tentu saja sesuatu yang istimewa, namun Al Quran sangat berbeda dengan mukjizat yang lain. Mukjizat terdahulu adalah sesuatu yang supranatural, diluar akal manusia, dan dalam tempo yang cukup singkat. Sehingga ketika mukjizat itu tidak terlihat lagi, akan terjadi penyelewengan yang kemudian menyebabkan turunnya azab.Salah contohnya adalah kaum nabi musa, ketika nabi musa diberi tongkat maka kaumnya berbondong-bondong beriman, namun ketika ditinggal nabi Musa untuk menerima wahyu, mereka berpaling menyembah patung sapi.

Kenapa Al Quran begitu istimewa walaupun tidak mengandung hal-hal yang supranatural? Bahkan isinya cukup kontradiksi dengan ilmu pengetahuan yang ada. Itulah uniknya Al Quran. Walaupun secara fisik tidak menunjukkan gejala keajaiban apapun, namun apa yang terkandung didalamnya sungguh luar biasa. Maka pantaslah Al Quran disebut sebagai mukjizat karena didalamnya menjelaskan hal-hal ajaib yang tidak dapat dilihat secara instan, namun dengan perenungan dan  penelitian  ilmiah yang berkesinambungan. Jadi bisa dikatakan bahwa Al Quran dan ilmu pengetahuan (sains) tidak bertentangan, tetapi ilmu pengetahuan hanya  terlalu muda untuk memahaminya. Hal ini terbukti dengan semakin banyak  penelitian yang  akhirnya menemukan kebenaran-kebenaran yang tercantum dalam Al Quran. Khususnya yang menyangkut sains yang  berhubungan fenomena pada alam.

Sains yang terkandung meliputi: Fisika, Kimia, Biologi, Zoologi, Botani, Embriologi, Astronomi, dan pengetahuan masa depan yang bisa dibuktikan secara saintifik.

quran 41. Al Quran dan Astronomi

Astronomi yang dibahas didalam Al Quran meliputi banyak hal, seperti: mengembangnya alam semesta (Al Qur’an, 6:101), pemisahan langit dan bumi (Al Qur’an,51:47), garis edar (Al Qur’an, 36:38),   atau orbit black hole, bentuk bulat planet bumi, Fenomena langit berupa atap yang terpelihara  dan langit yang mengembalikan (Al Qur’an, 86:11).

2. Al Quran dan Bumi (Geologi)

Fungsi gunung, angin yang mengawinkan, lautan yang tidak bercampur satu sama lain, kegelapan dan gelombang di dasar lautan, kadar hujan, pembentukan hujan, pergerakan gunung

3. Al Quran dan Fisika serta Kimia

Rahasia besi, penciptaan yang berpasang-pasangan, relativitas waktu, partikel antimateri.

4. Al Quran dan Biologi

Bagian otak yang mengendalikan gerak kita, kelahiran manusia, sistem syaraf, berbagai macam satwa (laba – laba, semut, lebah), jenis kelamin bayi, segumpal darah yang melekat di rahim, pembungkusan tulang oleh otot.

5. Al Quran dan Kisah Masa Depan

Informasi mengenai peristiwa masa depan dalam Al Quran dan kemenangan Bizantium.

Dan tentunya masih banyak lagi yang belum tergali oleh sains karena keterbatasan pemikiran manusia. Kita wajib bersyukur karena dengan adanya sains dapat membuat kita semakin yakin akan kebenaran dan keistimewaan Al Quran. Namun ironisnya penemuan dan pembuktian itu mayoritas dilakukan oleh orang non muslim. Padahal jaman dahulu seperti pada saat dinasti Abbasiyah masa kekhalifahan Harun al Rasyid ilmu pengetahuan sangat dijunjung tinggi. Sejarah mencatat bahwa ilmuwan-ilmuwan besar itu menemukan teori dan penelitiannya karena proses berpikir untuk menemukan cara ibadah yang tepat. Seperti jam matahari yang dibuat Ibnu Al Syathir, Astrolab (lab astronomi) canggih yang abad-abad  selanjutnya masih digunakan sebagai standar, karya Al Zarqali yang manghasilkan Tables of Toledo dan dikutip oleh Copernicus, globe Al Idris yang terbuat dari emas lengkap dengan garis lintang dan bujur yang dipakai oleh Colombus menemukan benua Amerika dan tentu saja masih banyak penemuan- penemuan lainnya. Sejauh ini yang kita kenal mungkin hanya sekitar Ibnu Sina atau  Al khawarizmi saja. Tidak aneh karena sejarah itu memang cenderung disembunyikan.

Prinsip peneliti-peneliti jaman dulu memang luar biasa, benar-benar sami’na wa atha’na. tidak seperti peneliti jaman sekarang yang sami’na wa diskusina dulu, wa seminarna dulu dll. Ilmuwan jaman dulu  selalu diawali dengan hafal Quran dan ilmu agama lainnya sudah beres. Kemudian dari titik tolak itu mereka mengembangkan ilmu pengetahuan untuk mempermudah ibadah, atau memeriksa alam seperti apa yang tercantum dalam Al Quran.

Sehingga sudah saatnya ummat islam untuk kembali merebut keniscayaan kejayaannya, dengan mempelajari Al Quran yang diaplikasikan pada kehidupan nyata, termasuk sains.

Oleh: Zeni Rahmawati

Sumber:

  1. The Miracle of Quran karya Harun Yahya
  2. Ayat – Ayat Semesta karya Agus Purwanto
  3. Ilmuwan – Ilmuwan Muslim karya Esan Masood

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *