perintah Allah, kasih sayang Allah, karunia Allah

Allah Menciptakan Manusia Untuk Menjalankan Perintah-Nya (I)

Segala puji hanya bagi Allah, yang selalu mendampingi perjalanan hidup segenap umat manusia. Ketika terjadi penyimpangan, Allah senantiasa mengingatkan dan meluruskan. Datangnya para Nabi dan Rasul Allah adalah wujud kasih sayang Allah. Dan Rasul-Nya yang terakhir adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Allah berfirman:

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. 2:146)

“Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka tidak beriman (kepada Allah).” (QS. 6:20)

Betapa manusia mendapatkan nikmat yang besar. Disaat kita tersesat jalan, Allah berkenan memanggil dan menunjukkan jalan yang benar. Sudah seharusnya kita menyambut dengan rasa bahagia akan hal ini.

Saat manusia selalu menjaga kesucian dan kebersihan hatinya maka akan dengan mudah mengetahui keagungan Allah Tuhan Yang Maha Esa diantaranya dengan cara melihat keindahan serta keseimbangan segala ciptaan-Nya, sehingga manusia senantiasa hanya menyeru dan menyembah kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Namun dalam kehidupan, ketika manusia telah berbuat dosa, mengikuti jalan-jalan kezaliman dan dosa, mengikuti bujukan syaitan, mata hati manusia akan tertutup, terbelok dan kemudian tersesat. Itu semua merupakan keberhasilan syaitan musuh besar umat manusia didalam membelokkan jalan hidup sebagian besar umat manusia.

Allah berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,” (QS. 4: 116 – 117)

Allah SWT sangatlah menyayangi manusia. Ketika manusia sedang tersesat dalam lingkaran perbuatan dosa, terhanyut dalam tipu daya syaitan, Allah berkenan menyelamatkan manusia dengan memberi petunjuk kepada umat manusia lewat para Nabi dan Rasul-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *