Gunakan Harta di Jalan Allah

Gunakan Harta di Jalan Allah

Rasulullah bersabda:

“Akan tiba satu jaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta mas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah.” (HR. Ad-Dailami)

Baca selengkapnya

Sesungguhnya Allah Maha Penyayang Bagi Seluruh Makhluk-Nya

Sesungguhnya Allah Maha Penyayang Bagi Seluruh Makhluk-Nya

Seluruh manusia yang pernah hidup di muka bumi ini, di jaman setelah Rasulullah SAW diutus, sungguh sangat merugi jika mereka tidak mau membaca, mentaddaburi dan menghayati serta berusaha mengamalkan isi Al Quran.

Allah SWT telah meluruskan aqidah umat sebelum Rasulullah SAW, agar mereka kembali bertauhid. Nabi Musa dan Nabi Isa diutus dan diberikan kepada mereka kitab Taurat dan kitab Injil yang didalamnya Allah telah menekankan agar mereka hanya menyembah kepada Allah SWT.

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. 4:36)

Manusia perlu menyadari, bahwa dirinya adalah tempat salah dan lupa. Manusia perlu mengerti bahwa setiap waktu di hidupnya membutuhkan nasehat, setiap saat hatinya butuh ampunan Allah dan petunjuk-Nya. Allah telah menceritakan kisah Ibu Nabi Isa (Maryam) dan kisah kelahiran nabi Isa dalam banyak surat diantaranya adalah di dalam Surat Ali-Imraan sebagai berikut:

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata:”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. 3:35)

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata:”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. (QS. 3:36

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (QS. 3:37)

Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata:”Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (QS. 3:38)

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (QS. 3:39)

Zakariya berkata:”Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul”. Berfirman Allah:”Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”. (QS. 3:40)

Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman:”Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”. (QS. 3:41)

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata:”Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (QS. 3:42)

Hai Maryam, ta’atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. (QS. 3:43)

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (QS. 3:44)

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata:”Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan diakhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (QS. 3:45)

dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh”. (QS. 3:46)

Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:”Jadilah”, lalu jadilah dia. (QS. 3:47)

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al-Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. (QS. 3:48)

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):”Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman”. (QS. 3:49)

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku. (QS. 3:50)

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”. (QS. 3:51)

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia:”Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (QS. 3:52)

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”. (QS. 3:53)

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. 3:54)

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (QS. 3:55)

Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. (QS. 3:56)

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. 3:57)

Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) AL-QUR’AN yang penuh hikmah. (QS. 3:58)

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:”Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS. 3:59)

(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS. 3:60)

Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya):”Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. 3:61)

Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesunggguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 3:62)

Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 3:63)

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:”Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. 3:64)

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir. (QS. 3:65)

Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 3:66)

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik”. (QS. 3:67)

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (QS. 3:68)

Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya. (QS. 3:69)

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya). (QS. 3:70)

Sebagai umat muslim, janganlah kita menyia-nyiakan kasih sayang Allah. Allah telah berkenan menurunkan Al Quran. Sungguh merugi jika kita tidak membaca, menghafal, dan memaknai kandungan Al Quran.

 

Pentingnya Menumbuhkan Taqwa Dalam Diri

Pentingnya Menumbuhkan Taqwa Dalam Diri

Taqwa adalah perasaan takut kepada Allah SWT di hati seorang beriman. Perasaan ini merupakan fitrah yang akan tetap terjaga jika tekun memegang teguh petunjuk Allah.

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. 42:52)

Seseorang yang mempunyai taqwa merasakan kenikmatan jiwa jika dirinya dapat menjalankan perintah Allah, sekaligus bisa menjauhi larangan Allah dalam rangka taat kepada Allah. Kehidupan penuh taqwa akan mendapatkan curahan nikmat dari Allah sebagaimana firman-Nya:

Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertaqwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui. (QS. 2:103)

Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (QS. 39:10)

Tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya.Allah tidak akan memungkiri janji-Nya. (QS. 39:20)

Manusia yang tidak mengenal ketaqwaan akan jatuh dalam perbuatan keji dan sombong. Manusia dengan sifat buruk ini tidak merasa khawatir sedikitpun dan bahkan sangat bangga dan merasa nikmat dengan sifat-sifat buruk tersebut.

Sebagai bukti, dalam Al Quran dikisahkan Fir’aun dengan kesombongannya, serta umat Nabi Luth yang sangat kecanduan dengan perbuatan keji, yang pada akhirnya keduanya sama-sama mendapat kehancuran

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan menbawa ayat-ayat Kami, dan Kami perintahkan kepadanya):”Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur. (QS. 14:5) 

“Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa,” (QS. 79:15)

“Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa;” (QS. 79:16)

“Pergilah kamu kepada Fir’aun, susungguhnya dia telah melampaui batas,” (QS. 79:17)

“dan katakanlah (kepada Fir’aun):”Apakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)” (QS. 79:18)

“Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya” (QS. 79:19)

“Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar.” (QS. 79:20)

“Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.” (QS. 79:21)

“Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.” (QS. 43:54)

“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),” (QS. 43:55) 

Demikian pula kepada umat yang telah berbuat sangat keji dan diperingatkan oleh seorang Nabi, yaitu Nabi Luth namun umat Nabi Luth malah menolak untuk beriman dan bertaqwa, maka juga berakhir dengan kehancuran yang dahsyat

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:”Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu”. (QS. 7:80)

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. 7:81)

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:”Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”. (QS. 7:82)

“Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (QS. 7:83)

“Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS. 7:84)

Menumbuhkan dan menjaga taqwa sangatlah penting dalam kehidupan manusia karena manusia akan terbebas dari segala kesulitan, serta mendapatkan kebahagiaan, keselamatan, kedamaian di dunia dan di akhirat.

Membangun iman dan taqwa dapat dilakukan dengan menempuh jalan-jalan yang ditunjukkan oleh Allah agar manusia mendapatkan hadiah ketaqwaan dari Allah sebagaimana firman-Nya

“Hai manusia, sembahlah Tuhan-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.” (QS. 2:21)

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat gunung (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman):”Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa”. (QS. 2:63)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. 2:183)

“dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. 6:153)

Orang yang bertaqwa memiliki perasaan yang sangat menguntungkan, sebab di dalam hatinya terdapat kesadaran bahwa segala perintah Allah adalah pendidikan jiwa yang akan meningkatkan kualitas jiwa manusia. Demikian pula larangan Allah adalah sesuatu yang bila diterjang akan merusak kemuliaan jiwa manusia.

Banyak hal-hal yang menguntungkan baik di dunia dan di akherat bagi orang yang selalu menuju kesempurnaan ketaqwaan dan terus menjaga ketaqwaan yang sudah ada dalam dirinya. Baik keuntungan jasmani dan rohani, maupun keuntungan di dunia ataupun di akhirat.

Sebaliknya mereka yang mengabaikan membangun taqwa dan mengabaikan dengan memelihara taqwa, maka sangat rawan dan sangat rentan kepada jalan-jalan tipu daya syaitan, jalan kesulitan, jalan siksaan bahkan sampai jatuh kedalam jalan kehancuran dan kebinasaan. Semoga kita senantiasa menjadi umat muslim yang terus bertaqwa kepada Allah SWT.